Warga Surabaya Patungan Dirikan Minimarket Syariah

Surabaya.tribunnews.com – Surabaya – Ratusan warga Surabaya berkumpul di Sakinah Mart Jl Wonorejo Manukan, Kecamatan Tandes, Surabaya. Mereka adalah pemilik saham atas beroperasinya minimarket.

Para warga Surabaya itu sebelumnya ramai-ramai patungan mendirikan minimarket. Setiap warga wajib urun Rp 1 juta – Rp 5 juta tidak boleh lebih.

Hasilnya, sebuah minimarket sekelas Indomaret di-launching di Surabaya Barat itu. Sakinah Minimarket nama minimarket tersebut.

Minimarket milik banyak warga ini menyediakan semua kebutuhan pokok, lokasinya di Jl Wonorejo Manukan, Tandes Surabaya.

"Inilah yang harus dilakukan warga untuk menggerakkan ekonomi. Hasilnya dirasakan bersama karena sistem koperasi syariah. Bukan dirasakan pemodal besar," ucap Yudi Setiawan, Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Surabaya.

Saat di-launching, ratusan warga antusias menyambut dioperasikannya minimarket tersebut.

Dian, salah satu pengurus Koperasi Sakinah, menyebutkan pendirian minimarket itu hasil pemikiran Komunikasi Syariah.

"Para warga semangat menginvestasikan modal mereka karena keuntungan akan kembali saat SHU. Sebenarnya tak hanya warga Surabaya, tapi juga luar Surabaya," kata Dian.

Sakinah Mart menempati lahan relatif luas. Gedung minimarketnya juga representatif.

Ketua Koperasi Sakinah Muhammad Ali menyebutkan ada sekitar 100 anggota koperasi yang dikelolanya sehingga melahirkan minimarket ini.

Dalam waktu empat bulan, komunitas koperasi itu berpikir keras mewujudkan minimarket. Hasilnya bulan ini impian mendirikan koperasi yang diwujudkan minimarket itu terwujud.

"Karena syariah, kami tak menjual rokok," kata Ali.

Bahkan tidak ada pegawai minimarket perempuan di minimarket syariah ini. Menurut Ali ini yang membedakan dengan minimarket biasa.

Dalam launching minimarket tersebut hadir Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Pusat, Ahmad Juwairi.

Menurutnya, gerai di Surabaya itu adalah gerai ke-18. "Tahun ini kami akan me-launching 50 gerai seluruh Indoensia," katanya.

Ahmad Farizi, salah satu warga yang ikut menanamkan modalnya tak menyangka bisa melihat minimarket yang diimpikan rekan-rekannya.

"Setiap anggota akan beli sebanyak-banyaknya agar SHU juga tinggi. Tapi kami dibatasi maksimal investasi Rp 5 juta agar semua warga bisa ikut memiliki minimarket," kata Ali.

Leave a Reply