Seminar Asuransi Syariah Digelar oleh Sun Life-MES

4

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – PT Sun Life Financial Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menggelar Roadshow Seminar Asuransi Syariah 2017.

Kegiatan yang di selenggarakan di Aula Gedung Mahkamah Syariah Aceh, Komplek Keistimewaan Aceh kemarin hari Kamis (23/2/2017) di Banda Aceh itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Aceh terhadap asuransi syariah

Seminar ini dihadiri tiga narasumber yaitu, Norman Nugraha (Chief Agency Officer Syariah Sun Life Fianncial Indonesia), Ah. Azharuddin Lathifah (Pengurus Pusat MES) dan Muhammad Amin (Direktorat Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI dalam memberikan pemahaman komprehensif tentang nilai-nilai utama serta manfaat ekonomi dan asuransi syariah.

Norman Nugraha mengatakan bahwa tujuan kerjasama Sun Life dengan MES yaitu untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya asuransi syariah.

“Sun Life percaya bahwa asuransi syariah dengan nilai-nilai keutamaannya menawarkan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat luas khususnya di Aceh, tanpa memandang latar belakang sosial dan kepercayaan yang dianut,” jelas Norman saat memberikan materi dalam kegiatan seminar.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen ini diwujudkan dengan mengenalkan positioning baru agensi syariah Sun Life sebagai Modern Syariah Insurance Expert (MSIE) yang menjadikan pembeda dari keagenan asuransi syariah di pasarnya.

“Keunggulan utama agen asuransi syariah Sun Life adalah terlatih secara profesional dan memiliki wawasan serta pengetahuan yang luas serta didukung oleh program pelatihan yang lengkap dan berkelanjutan. Maka kami berharap dapat merekrut lebih banyak agen MSIE dari daerah ini yang akan membantu menyebarkan manfaat asuransi syariah kemasyarakat lebih luas lagi,” ujarnya

Sementara itu, Muhammad Amin juga menambahkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi masih rendahnya pangsa pasar asuransi syariah adalah rendahnya tingkat literasi dan keyakinan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan.

Muhammad Amin memaparkan bahwa Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2016 menunjukkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi baik terhadap industri asuransi relatif rendah, terutama terhadap asuransi syariah. Indeks literasi asuransi hanya mencapai 15,76 persen, turun dari survei 2013 yaitu 17,84 persen. Dan tingkat utilitas mncapai 12,08 persen, tidak berubah jauh dari survei 2013 di angka 11,81 persen, artinya, dari 100 orang Indonesia maka hanya 15 sampai 16 orang saja yang mengenal lembaga keuangan asuransi dan hanya 12 orang yang sudah menggunakan jasa asuransi.

Kemudian, pemateri lainnya Azharudin Lathif mengatakan bahwa ia yakin Aceh akan menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional.

“MES yakin, Aceh sebagai satu-satunya provinsi yang menerapkan syariat islam di Indonesia serta menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah nasional. Hal ini juga didukung dengan prinsip dari asuransi syariah yang sejalan dengan prinsip syariat Islam,” ujarnya.

Leave a Reply