Rumah Zakat Menargetkan Pembangunan 1.080 Desa Berdaya

beritasatu.com – Jakarta – Rumah Zakat menargetkan pembangunan 1.080 desa berdaya yang dibiayai dana zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) dari para donatur. Pembangunan desa berdaya akan tersebar dari Aceh hingga Papua.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi Hal ini merupakan komitmen Rumah Zakat dalam memberikan kontribusinya untuk mengatasi kemiskinan di Tanah Air. Hingga tahun lalu, kata dia sebanyak 800 desa berdaya telah berdiri di 129 kota dan kabupaten di Indonesia.

Dia memperkirakan, tahun ini akan ada tambahan 280 desa berdaya terbangun sebagai wilayah implementasi program pemberdayaan. Desa berdaya adalah program Rumah Zakat dimana kami melakukan intervensi kepada masyarakat di sebuah wilayah melalui program-program pemberdayaan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan sesuai dengan potensinya masing-masing.

Pada 2016, Rumah Zakat mendapat kepercayaan dari para donatur untuk mengelola ZlS dan dana kemanusiaan sebesar Rp 225 miliar dengan jumlah penerima manfaat program mencapai lebih dari 1,4 juta orang.

Tujuan dibentuknya desa berdaya ini, kata Nur, untuk menciptakan perbaikan secara terukur berdasarkan permasalahan masyarakat yang terjadi di suatu wilayah. Dibutuhkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat agar program Desa Berdaya bisa memberikan manfaat berkelanjutan.

"Rumah Zakat bekerja sama dengan komunitas dan aparat pemerintah di setiap wilayah Desa Berdaya. Tujuannya, agar pemberdayaan masyarakat dengan partisipasi aktif warga bisa terwujud lebih cepat dan berkesinambungan," pungkas dia.

 

Leave a Reply