Regulasi Pajak untuk E-Commerce Segera Terbit

Ekonomi.kompas.com – Jakarta – Pemerintah akan segara menerbitkan regulasi pajak untuk e-commerce.

Aturan itu diharapkan mampu menangkap dinamika bisnis yang sangat cepat, padat modal, dan sensitif terhadap regulasi yang tidak responsif.

Namun Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis Yustinus Prastowo menilai pemerintah perlu mengantisipasi adanya migrasi para pelaku bisnis e-commerce ke medium lain.

"Misalnya (migrasi) media sosial ( Medsos) sehingga perlu diatur agar tidak menimbulkan dampak buruk," ujarnya, Jakarta.

Menurut Yustinus, pemerintah harus membuat rumusan aturan yang komprehensif, jelas, mengedepankan kepastian, kompatibel. Termasuk juga mengatur aturan jual beli melalui media sosial.

Sebab bila aturan pajak e-commerce tidak menyentuh transaksi jual beli melalui media sosial, maka justru akan menimbulkan rasa ketidakadilan baru bagi pelaku e-commerce yang membayar pajak.

Meski begitu, pemerintah dinilai perlu hati-hati dalam membuat aturan pajak tersebut sebab e-commerce merupakan sektor yang baru tumbuh.

Oleh karena itu, perlu identifikasi dan klasifikasi yang jelas terkait model bisnis dan skala bisnis yang ada.

 Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan para pelaku bisnis rintisan (start up) agar dapat diberi insentif untuk tumbuh, difasilitasi, dan terus dijaga agar kelak dapat berkontribusi maksimal bagi negara.

Yustinus menyarankan, perlu terus dicari skema paling efektif, termasuk administrasi yang mudah dan murah, agar bisnis e-commerce dapat berkembang lebih baik.

"Aturan baru seyogianya tidak ambisius untuk mengejar potensi pajak dlm jangka pendek, namun menciptakan kepastian dan ruang pertumbuhan bisnis yang baik agar kelak kita dapat memetik hasil yang semakin besar," kata Yustinus.

Leave a Reply