Prodi Ekonomi Islam FAI UIR Bahas Prospek Ekonomi Syariah dengan Menghadirkan Pemateri dari Tiga Negara

1

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Program Studi (Prodi) Ekonomi Islam Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR), menggelar seminar internasional dengan tema “Prospek Ekonomi Islam Pascaberlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Seminar ini digelar pada Senin (6/1) di aula gedung Pascasarjana UIR dengan menghadirkan empat pemateri dari tiga Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Pemateri yang hadir yakni, Dekan FAI UIR Dr. Zulkifli Rusby, Dr. Abdullah Rasyd Abdulah dari Narathiwat University Thailand, Prof. Dr. Abdullah Abdul Gani dari Universiti Utara Malaysia, dan Azizurrahman dari Kolej Yayasan Pahang-Malaysia. Seminar internasional ini dibuka langsung oleh Rektor UIR, Prof. Dr. Detri Karya, SE., MA.

Rektor UIR, Prof. Dr. Detri Karya pada kesempatan itu kepada Tribunpekanbaru.com menyebutkan, pertama ia mengapresiasikan yang dilakukan Prodi Ekonomi Islam yang telah melaksanakan seminar internasional. Rektor mengharapkan ke depannya banyak lagi prodi-prodi di UIR melaksanakan seminar internasional yang isu yang berbeda pula.

“Prospek Ekonomi Islam di Era MEA, adalah isu yang hangat. Sebab, negara-negara ASEAN dengan jumlah penduduk sekitar 500 juta jiwa dan sebahagian besar beragama Islam, pertumbuhan lembaga ekonomi Islam belum terlalu berkembang, bahkan di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sekitar 60 persen masyarakat ASEAN adalah muslim, lalu kenapa ekonomi Islam tidak muncul?,” ungkap Rektor UIR.

Melihat di Indonesia, kata Detri, lembaga syariah baru tumbuh sekitar 5 persen. Melalui seminar ini, sangat diharapkan muncul ide-ide yang mampu mengembangkan ekonomi syariah di ASEAN. Melalui seminar seperti inilah diharapkan ekonomi syariah terus tumbuh dan berkembang di negara-negara ASEAN ini.

“Ekonomi Islam, sangat berbeda dengan ekonomi konvensional yang selama ini berkembang pesat. Dalam ekonomi Islam, bukan masalah ekonomi semata yang dibahas, tapi ada nilai lain, seperti nilai kerohanian yang ia bangun, masalah kejujuran, transfaran dan lain sebagainya yang tidak dijumpai pada sistem ekonomi konvensional. Mulai sekarang akan menjadi tugas berat bagaimana menerapkan prinsip-prinsip ekonomi syariah baik di Indonesia, negara-negara mayoritas muslim maupun di seluruh negara ASEAN ini,” jelas Detri.

Dekan Fakultas Agama Islam, Dr Zulkifli Rusby kepada Tribunpekanbaru.com menyebutkan, beberapa tahun belakangan ini, ekonomi diseluruh dunia dihantam oleh krisis ekonomi yang berkepanjangan. Dampak dari krisis tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat, sebagai akibat daripada penerapan sistem ekonomi yang kapitalis, dan sosialis.

“Kita berharap dengan sistem ekonomi syariah akan mampu menyelesaikan atau mencari solusi dari krisis ekonomi yang melanda seuruh dunia sekarang. Seminar internasional ini ditaja karena adanya kepedulian tentang pengembangan ekonomi berbasis Islam. Seminar ini juga ditaja karena kerja sama yang baik antara UIR, Yayasan Kolej Pahang Malaysia, Universiti Utara Malaysia dan Narathiwat University Thailand,” ungkap Zulkifli

Leave a Reply