Peraih Penghargaan “Investor Best Syariah Awards 2017”

Beritasatu.com – Jakarta – Penghargaan "Investor Best Syariah Awards 2017" yang diselenggarakan pada Selasa lalu (22/8) oleh Majalah Investor kepada 12 institusi keuangan syariah terbaik, 8 produk keuangan syariah terbaik, dan penghargaan khusus untuk 3 institusi keuangan syariah, selain itu pula "Investor Best Syariah Award" memberikan penghargaan kepada 3 tokoh syariah.

PT Bank BNI Syariah menyabet gelar juara untuk kategori aset di atas Rp 10 triliun. Untuk aset di bawah Rp 10 triliun, PT BTPN Syariah meraih gelar terbaik. Pada unit usaha syariah (UUS) perbankan, PT Bank Maybank Indonesia Tbk Unit Syariah menempati urutan teratas untuk kategori UUS beraset di atas Rp 5 triliun. UUS PT Bank DKI memperoleh penghargaan terbaik pada kategori aset Rp 1 triliun-Rp 5 triliun. Sementara untuk kategori UUS dengan aset di bawah Rp 1 triliun diraih oleh UUS PT Bank NTB.

Penghargaan juga diberikan untuk asuransi jiwa syariah terbaik dan asuransi umum syariah terbaik. Dewan juri tidak memisahkan antara asuransi full syariah dengan asuransi cabang syariah. Pada asuransi jiwa syariah, PT BNI Life Insurance menjadi pemenang untuk kategori aset di atas Rp 200 miliar. Sedangkan, PT Avrist Assurance meraih gelar terbaik untuk kategori aset antara Rp 100 miliar sampai Rp 200 miliar.

PT Asuransi Adira Dinamika menjadi pemenang pada kategori asuransi umum syariah dengan aset lebih dari Rp 100 miliar. Pemenang berikutnya adalah PT Pan Pacific Insurance (aset Rp 50 miliar – Rp 100 miliar), dan PT Asuransi Wahana Tata (aset kurang dari Rp 50 miliar).

Selain bank syariah dan asuransi syariah, Investor juga memeringkat multifinance syariah. Untuk kategori aset lebih dari Rp 500 miliar dimenangkan UUS PT Federal International Finance dan untuk aset di bawah Rp 500 miliar penghargaan terbaik diberikan kepada UUS PT Trihamas Finance.

Dalam pemeringkatan obligasi dan reksa dana syariah, tim juri "Investor Best Syariah Award" dan litbang Majalah Investor dibantu PT Infovesta Utama, lembaga riset reksa dana dan obligasi. Hasilnya, produk obligasi syariah yang meraih penilaian tertinggi berdasarkan kinerja fundamental dan risk adjusted return adalah obligasi Sukuk Ijarah TPS Food I Tahun 2013 dan Sukuk Mudharabah II Adira Finance Tahap I tahun 2015 seri B.

Untuk produk reksa dana syariah terbaik, penghargaan diberikan kepada PT Sucorinvest Asset Management, PT Trimegah Asset Managemet, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Schroder Investment Management Indonesia, PT MNC Asset Management dan Insight Investment Management.

Secara keseluruhan, ada 10 penghargaan diberikan kepada produk reksa dana syariah. Schroder Syariah Balance Fund memenangi tiga kategori reksa dana terbaik. MNC Dana Syariah juga menenangi tiga katagori reksa dana terbaik.

Tahun ini penghargaan khusus diberikan kepada tiga perusahaan asuransi. Ketiganya adalah PT Pudential Life Insurance yang memiliki agen asuransi syariah terbanyak. PT Allianz Life Insurance yang memiliki keunggulan distribusi produk proteksi syariah melalui jaringan komunitas, dan PT AIA Financial yang memiliki keunggulan distribusi produk syariah melalui jaringan bancassurance.

Tokoh Syariah
Majalah Investor bersama tim juri "Investor Best Syariah Awards 2017" juga memberikan penghargaan kepada tokoh syariah. Tiga tokoh yang mendapatkan penghargaan atas peran mereka dalam pengembangan industri keuangan syariah di Tanah Air tahun ini adalah Agus Martowardojo (Gubernur Bank Indonesia), Ichwan Syam (DSN-MUI), dan Imam Saptono (akademisi).

Menurut Primus Dorimulu, direktur Berita Satu Media Holdings, pemeringkatan institusi dan instrumen syariah merupakan upaya mendukung pengembangan institusi keuangan syariah di Indonesia. Tahun ini adalah penyelenggaraan "Investor Best Syariah Award" ke-12 yang diadakan Majalah Investor. Tahun ini untuk ke-9 kalinya Majalah Investor memberikan penghargaan kepada tokoh syariah.

“Pemeringkatan bisnis dan produk syariah ini melengkapi pemeringkatan yang secara berkala dibuat litbang Majalah Investor, seperti pemeringkatan emiten, bank, asuransi, dan lain-lain. Tujuannya, untuk membedakan penghargaan buat perusahaan konvensional dan khusus bisnis syariah,” ujar Primus pada penganugerahan "Investor Best Syariah Award 2017" di Jakarta.

Penilaian kinerja keuangan institusi syariah sebagian besar mengacu pada penilaian institusi konvensional, namun beberapa kriteria disesuaikan dengan parameter syariah. Pemeringkatan bank syariah, asuransi syariah dan multifinance syariah hanya menggunakan penilaian kuantitatif berdasarkan kinerja finansial. Dalam penilaian kuantitatif, ada sejumlah parameter yang digunakan untuk penilaian.

Pada bank syariah, misalnya, digunakan 17 indikator, termasuk CAR (capital adequacy ratio), NPF (non-performance financing), ROA (return on asset), ROE (return on equity), NIM (net interest margin), BOPO, cash provision, pertumbuhan pembiayaan, return mudarabah, dan return ijarah.

Tim juri "Investor Best Syariah Award" terdiri atas para pakar di industri keuangan syariah, yakni Adwarman Karim, Iggi Achsien, Taufik Marjuniadi, dan Dr Josep Ginting.

“Event tahun ini menjadi spesial karena terjadi pergantian pengurus OJK yang memberikan harapan besar kepada industri. Ia juga berharap agar pemberian award ini dapat mendorong semangat kepada pelaku industri dalam menghadapi situasi yang semakin menantang,” ujar Adiwarman Karim, presdir Karim Consulting Indonesia yang menjadi ketua dewan juri.

 

Leave a Reply