Pemerintah hanya Menyerap Lelang Sukuk Rp 4,46 T

investasi.kontan.co.id – JAKARTA. Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) alias sukuk negara pada Selasa lalu (4/4) berhasil meraup penawaran sebesar Rp 14,52 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah menyerap dana sebesar Rp 4,46 triliun. Nominal tersebut terbilang lebih rendah ketimbang lelang sebelumnya.

Dalam Lelang 21 Maret lalu, penawaran yang masuk mencapai Rp 18,12 triliun dengan penawaran yang dimenangkan pemerintah sebesar Rp 7,87 triliun.

Edbert Suryajaya, Head of Research & Consulting Services Infovesta Utama, menilai, masih kurang semaraknya lelang kali ini lantaran pemerintah memang sudah tidak terlalu agresif lagi untuk memenangkan penawaran.

Apalagi jika melihat historis lelang pekan sebelumnya sudah terbilang cukup ramai. Bisa jadi, hal tersebut yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk tidak terlalu mematok target indikatif.

"Meskipun yang dimenangkan sedikit, menurut saya lelang kali ini masih cukup baik apalagi permintaan yield sesuai dengan kondisi pasar," jelasnya.

Dalam lelang pekan pertama di kuartal II-2017 ini, dari lima seri, SPNS05102017 paling banyak diminati investor, yakni jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp 2 triliun dari penawaran yang masuk sebesar Rp 5,14 triliun.

Angka ini masih lebih tinggi ketimbang seri PBS013 yang laris pada lelang pekan lalu. Seri yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2019 tersebut hanya menyerap Rp 1,22 triliun dari penawaran yang masuk sebesar Rp 4,44 triliun.

Artinya, investor memang masih gemar memilih tenor pendek dalam lelang kali ini. Kenaikan suku bunga The Fed hingga dua kali lagi di tahun ini yang menjadi pemicu investor untuk tetap melirik seri bertenor pendek.

"Kenaikan suku bunga The Fed memang menjadi ancaman untuk pasar obligasi, makanya investor lebih banyak memilih tenor pendek," cetus Edbert.

Adapun seri lainnya seperti PBS014, pemerintah menyerap Rp 970 miliar dengan kupon 6,5% yang akan jatuh tempo pada 15 Mei 2021. Sementara seri PBS012 pemerintah meraih dana sebesar Rp 270 miliar dengan tingkat imbalan sebesar 8,87%. Seri tersebut akan jatuh tempo pada 15 November 2031.

Leave a Reply