Organisasi Wanita Dukung Program Ketahanan Keluarga

2

JAKARTA, suaramerdeka.com – Organisasi wanita memiliki peran dalam mendukung program ketahanan keluarga sangat besar, begitu juga dengan Wanita Islam Indonesia. Hal itu diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA), Yohana S Yembise.

“Mereka bisa bermanfaat untuk menyampaikan atau menyosialisasikan  program-program pemerintah, yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” tuturnya, usai acara pengukuhan Pengurus Pusat Wanita Islam (WI) periode 2016 – 2021, di Jakarta.

Dijelaskannya, seiring globalisasi, tentu berbagai permasalahan yang terjadi pada perempuan dan anak semakin beragam, mulai dari kekerasan fisik, psikis, hingga seksual dan meliputi pula masalah narkoba, trafficking, perlindungan tenaga kerja perempuan. Lalu persoalan pornografi, pekerja anak, anak berhadapan dengan hukum, disabilitas serta persoalan perempuan dan anak pascakonflik sosial.

Melihat kondisi ini, ujarnya, maka permasalahan perempuan dan anak harus diselesaikan dengan melibatkan berbagai pelaku pembangunan. Baik pemerintah tingkat pusat dan daerah, akademisi, lembaga masyarakat maupun dunia usaha. “Sekaligus organisasi masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Ketua umum PP Wanita Islam Dra Hj Marfuah Musthofa mengemukakan, Wanita Islam mencoba menerjemahkan secara konkrit kegiatannya dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.

Dalam bidang hukum, lanjutnya, Wanita Islam berupaya untuk berperan aktif, dalam menghadapi dan menyelesaikan problema bangsa. Seperti, turut melaksanakan program perlindungan terhadap tenaga kerja wanita (TKW), perdagangan perempuan, serta membentuk lembaga konsultasi hukum untuk wanita, keluarga, dan pekerja.

Wanita Islam, ungkapnya, juga mengembangkan ekonomi syariah melalui industri rumahan, guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Juga membentuk koperasi BMT (Baytul Maal wat Tamwil) dan mengembangkan ekonomi syariah bagi usaha mikro,” jelasnya.

Leave a Reply