Masyarakat Malaysia Dukung RUU Pengadilan Syariah

2

sp.beritasatu.com – KUALA LUMPUR-  Ribuan masyarakat Malaysia berunjuk rasa di ibu kota Kuala Lumpur untuk mendukung rancangan undang-undang (RUU) kontroversial untuk memperkuat kekuasaan Pengadilan Syariah. Aksi itu digelar oleh partai Islam, PAS, untuk mendukung RUU 355.

Para demonstran berkumpul di lapangan dekat gedung parlemen di Padang Merbok dengan berpakaian kaos ungu. Mereka mendesak amendemen untuk Pengadilan Syariah (Yurisdiksi Kriminal) UU 1965 agar memberikan hukuman lebih keras terhadap pelanggaran-pelanggaran syariah.

RUU itu akan dibahas di parlemen rencana pada bulan depan. Pengadilan Islam, yang mengadili kasus-kasus keagamaan dan hukum keluarga untuk Muslim, diharapkan memberlakukan hukuman penjara selama 30 tahun atau sebanyak 100 cambukan, dan denda sebesar lebih dari 100.000 ringgit Malaysia (Rp 293,9 juta). Saat ini, hukuman maksimal hanya tiga tahun penjara, enam cambukan, dan denda lebih dari 5.000 ringgit Malaysia (Rp 14,6 juta).

RUU tersebut menimbulkan kekhawatiran dalam kondisi masyarakat Malaysia yang majemuk. Para pengkritiknya menyebut amendemen tersebut tidak adil, tidak proporsional, dan tidak konstitusional.

Sementara itu, perwakilan kelompok pendukung PAS, N Bala Subramaniam, mengatakan umat non-Muslim tidak perlu takut atas amendemen yang diajukan itu. Sebab, hanya umat Muslim yang melakukan kejahatan dan para pemilik perjudian yang seharusnya merasa takut.

Amendemen atas RUU Pengadilan Syariah itu awalnya diajukan oleh presiden PAS, Hadi Awang, pada November lalu. Para pengkritik mengkhawatirkan RUU itu akan membuka jalan bagi penerapan penuh atas hukum pidana islam atau “hudud” yang mengesahkan hukuman seperti amputasi dan rajam, sehingga bisa mengganggu struktur masyarakat Malaysia yang multikultural dan multi-agama.

Leave a Reply