Makan Murah Meriah Sambil Bersedekah di Warungmu

6

news.detik.com- Jakarta – Bersedekah kini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bahkan jajan di warung pun bisa sekaligus bersedekah. Itulah yang melatarbelakangi untuk diterapkan oleh Warungmu atau Warung Murah Muhammadiyah, yang berada di Kota Solo.

Di warung yang terletak di Jalan Ki Hajar Dewantara, kawasan belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, masyarakat dapat menikmati paket makanan murah, hanya Rp 3.500. Tersedia dua paket menu, yakni soto atau timlo, ditambah es teh dan tempe.

Koordinator Warungmu, Wawan Purnomo, menjelaskan konsep Warungmu ialah warung edukasi bahwa memang harga makanannya memang sangat murah. Tapi boleh membayar lebih untuk infak. Kami sudah minta izin ke lingkungan sekitar bahwa kami bukan kompetitor. Ini murni kegiatan sosial dan edukasi. Satu orang juga kita batasi satu porsi per hari.

Sedekah juga dapat diwujudkan dalam bentuk kupon makan untuk kaum duafa. "Masyarakat juga bisa membeli kupon makan. Kupon tersebut bisa dibagikan kepada tukang becak atau siapa saja yang membutuhkan. Nanti mereka tinggal menukar kupon ke sini," ujar dia.

Program tersebut dikelola oleh Lembaga Zakat Infaq dan Sodaqoh Muhammadiyah (LazisMu). Seluruh pemasukan, baik dari penjualan maupun infak, akan disalurkan oleh LazisMu.

Kota Solo menjadi pilot project penerapan Warungmu. Konsep tersebut berawal dari kegiatan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Muhammadiyah yang membuka dapur umum ketika datang bencana. "Seperti pada bulan puasa kemarin (2016), saat banjir di Solo, kita cover 5.000 nasi bungkus untuk buka sampai sahur," katanya.

Ketika nantinya ada bencana di Kota Solo, Warungmu akan tutup dan berubah menjadi dapur umum. "Di LPB, kami punya tim assessment yang mengecek ada berapa korbannya, butuh apa saja. Kita pusatkan di sini dapurnya. Lalu kita kirim bantuannya ke lokasi," ungkapnya.

Jika berjalan dengan baik, program tersebut akan dikembangkan ke beberapa titik di Solo. Setidaknya ada dua titik tambahan yang telah dibidik, yakni Kecamatan Pasar Kliwon dan Serengan. Dua lokasi tersebut dinilai rawan bencana, terutama banjir.

Warungmu saat ini dijalankan oleh empat orang, yakni dua manajer dan dua juru masak. "Ditambah ada relawan dari mahasiswa, seperti dari BEM, ada sekitar 10 orang. Semua tidak dibayar kecuali dua juru masak," tandasnya

Leave a Reply