Konferensi Internasional Zakat Dunia Digelar di Indonesia

kumparan.com – Konferensi Internasional Forum Zakat Dunia 2017 diselenggarakan di Jakarta pada Selasa lalu (14/3). Sebanyak 16 negara ikut berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Di antaranya Arab Saudi, Bosnia Herzegovina, Uganda, Bangladesh, Malaysia, Maroko, India, hingga Nigeria.
 
Sekretaris Jenderal World Zakat Forum (WZF), Ahmad Juwaini, mengatakan bahwa para delegasi ini akan membahas upaya-upaya yang bisa dilakukan zakat untuk berkonstribusi menyelesaikan masalah sosial ekonomi dunia, khususnya pengentasan kemiskinan.
Hal ini dilatarbelakangi kondisi sebagian besar negara-negara dengan warga mayoritas muslim, penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan.
 
"Strategi pengentasan kemiskinan di negara-negara ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak yang peduli urusan zakat. Diharapkan akan ada sumbangsih pemikiran dalam menghasilkan rumusan yang bernas," katanya di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat.
 

Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi ( Askesra Pemprov) DKI Jakarta Fatahillah berharap konferensi ini semakin memperkuat silaturahim dan solidaritas antar institusi zakat di dunia. Saling tukar-menukar pengalaman antar organisasi zakat, serta memperkuat esensi zakat bagi pembangunan di masyarakat.
 
"Selain itu, yang tidak kalah penting adalah menyinergikan potensi pengembangan sistem pengelolaan zakat yang berintegrasi antar 16 negara di dunia dalam rangka pembangunan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan," terang Fatahillah yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono.

 
Pemerintah Provinsi DKI juga memberikan perhatian dalam berbagai aktivitas, pengelolaan zakat, infak dan sedekah, melalui hubungan sumber daya manusia para pegawai negeri sipil dan pembiayaan melalui APBD.

"Alhamdulillah dari tahun ke tahun pengumpulan zakat di DKI Jakarta terus mengalami peningkatan," ujarnya.
 
"Melalui WZF ini, diharapkan mampu merumuskan pengelolaan zakat secara lebih profesional dan lebih terarah. Saya yakin potensi zakat apabila didukung dan mendapat kepercayaan masyarakat serta dikelola secara profesional, transparan dan akuntabel merupakan salah satu pilar meningkatkan harga derajat dan martabat terhadap kehidupan umat," pungkasnya.

 

Leave a Reply