Keuangan Syariah Memberi Solusi

Metrotvnews.com – Semarang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri keuangan syariah untuk dapat menyediakan solusi bagi masyarakat berupa produk keuangan yang sulit disediakan lembaga keuangan konvensional. Dengan demikian, industri keuangan syariah bisa berkembang dengan pesat.

"Keuangan syariah harus bisa bersama-sama dengan industri konvensional berkontribusi kepada kesejahteraan. Industri syariah harus dikenal. Kalau dikenal saja tidak, susah. Kita ingin masyarakat berdaya secara ekonomi dengan membuka akses keuangan yang inklusif," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam acara Keuangan Syariah Fair 2017, di Mal Paragon, Semarang.

Muliaman meyakinkan produk-produk syariah yang saat ini telah tersedia di Indonesia sebetulnya menawarkan solusi keuangan yang menjanjikan. Sayangnya, pemahaman masyarakat perihal industri keuangan syariah masih terbatas.

Dia berharap industri syariah lebih proaktif mengenalkan produk-produk ke masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui acara serupa yang digelar tiga kali setahun ini.

Sebagai timbal balik, Muliaman berpesan agar masyarakat mau mencermati produk-produk syariah sebagai alternatif pembiayaan, asuransi, dan perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK Firdaus Djaelani menyebutkan solusi-solusi keuangan yang dicari masyarakat sebetulnya sudah disediakan industri syariah yang baru beberapa tahun ini bergeliat di dalam negeri.

"Kalau saudara-saudara sempatkan untuk berkeliling di gerai peserta yang saat ini berupaya memasarkan produknya, akan kelihatan bagaimana produk yang dikeluarkan perbankan syariah, multifinance syariah, atau asuransi syariah bisa memecahkan persoalan yang buntu dihadapi industri konvensional," ucap Fidaus.

Dia mencontohkan, kredit kendaraan dan properti yang selama sulit diakses masyarakat lantaran kendala uang muka bisa diselesaikan dengan produk syariah yang dimodifikasi sehingga eksekusinya tidak perlu lagi uang muka.

"Misalkan katakanlah harga motor Rp14 juta, kemudian laba yang diharapkan perusahaan pembiayaan Rp2 juta, tidak perlu uang muka. Sementara yang konvensional perlu uang muka, katakanlah 10-20 persen," terang Firdaus.

Pembayaran pajak

Direktur Operasional BRI Syariah Wildan mengatakan pihaknya telah siap menerima pembayaran pajak secara daring dari seluruh wajib pajak, baik perorangan maupun korporasi.

Hal ini terkait dengan penunjukan RI Syariah sebagai bank persepsi penerima pajak negara secara elektronik melalui Modul Penerimaan Negara (MPN) Generasi Kedua oleh Kementerian Keuangan.

"Kami berkomitmen memberikan kemudahan kepada para nasabah dalam melakukan pembayaran pajak secara daring serta tidak perlu khawatir akan terjadi penyimpangan dalam membayar kewajibannya," ujar Wildan di Jakarta, kemarin.

Dia juga menjelaskan anak usaha BRI itu tidak mengenakan biaya kepada layanan pembayaran pajak tersebut.

"Kami berharap dapat memberikan pelayanan yang optimal dalam hal penerimaan pendapatan negara dan para nasabah juga dapat memaksimalkannya dengan baik," tutur dia.

Leave a Reply