Kenali Instrumen Investasi Sukuk dengan Baik

Republika.co.id – Jakarta – Produk investasi syariah di Indonesia semakin beragam. Investor memiliki banyak pilihan salah satunya reksa dana syariah, saham syariah, dan sukuk. Kenali terlebih dahulu instrumen investasi sukuk

Sukuk memiliki karaktersitik mirip dengan obligasi, tapi proses penerbitannya sesuai dengan prinsip syariah. Sukuk merupakan istilah baru dari istilah yang cukup dikenal sebelumnya yaitu “Obligasi Syariah”.

Kata ‘sukuk’ belum terlalu populer di telinga masyarakat Indonesia. Sukuk berasal dari bahasa Arab, yang merupakan bentuk jamak dari Shak (instrumen legal, amal, cek), yang dalam bahasa Arab dipakai untuk mendefinisikan obligasi berdasar prinsip syariah.

Sehingga, sukuk itu seperti obligasi, tapi proses penerbitannya sesuai dengan prinsip syariah. Dalam penerbitannya, surat berharga berbasis syariah ini harus berdasar pada underlying aset yang menjadi dasar penerbitan. Jadi, nilai sukuk yang diterbitkan sesuai dengan nilai aset yang dijadikan basis transaksi. Jadi sukuk sebagai sertifikat bukti kepemilikan terhadap suatu aset.

Selain aset berwujud tertentu yang bisa menjadi dasar transaksi penerbitan sukuk, sukuk juga bisa diterbitkan dengan dasar penerbitan lainnya. Sukuk dapat merupakan sebagai sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian penyertaan yang tidak terpisahkan atas nilai manfaat dan jasa atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu dan kepemilikan atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu.

Dengan berinvestasi di sukuk, bisa turut serta dalam membiayai proyek infrastruktur, aktivitas atau jasa layanan tertentu. Tidak hanya investasi, namun membantu pembangunan bangsa karena sukuk tidak hanya diterbitkan oleh korporasi, tapi pemerintah juga menerbitkan sukuk.

Selain itu, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia pun telah mengeluarkan fatwa tentang sukuk. Dalam fatwa tersebut, sukuk (obligasi syariah) didefinisikan sebagai surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syariah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi hasil atau margin serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo.

Jadi berinvestasi di sukuk akan mendapat imbal hasil instrumen investasi syariah lainnya. Sukuk ini juga ada jatuh temponya yaitu jangka waktu 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, bahkan ada yang sampai 20-30 tahun.

Setelah sukuk jatuh tempo baru bisa mendapatkan kembali dana investasi awal. Namun, jika sedang butuh uang dan ingin menjual sukuk sebelum jatuh tempo diperkenankan. Menjual sukuk sebelum jatuh tempo ini bisa dilakukan di pasar sekunder.

 

Leave a Reply