Empat Konsep Indahnya Bank Wakaf

yuslambankwakaficmi-790x529

Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) menargetkan bank wakaf akan berdiri pertengahan tahun ini. Wakil Ketua ICMI Bidang Perbankan, Lembaga Keuangan dan Pasar Modal Yuslam Fauzi menuturkan, bank wakaf ventura yang akan berdiri ini setidaknya memiliki empat konsep nan indah untuk mendorong perwakafan di Indonesia.

Konsep pertama adalah adanya dua jalur sumber pendanaan, yaitu yang berasal dari wakaf (untuk modal dan nonmodal) dan dari investasi individu. Nantinya dana yang dihimpun merupakan kombinasi keduanya, tapi sebagian besar akan berasal dari penghimpunan wakaf.

“Sebagai bank wakaf tentu yang mayoritas harus dana wakaf. Minimal 51 persen harus wakaf selebihnya bisa diambil dari motif investasi masyarakat, jadi kombinasi. Wakaf juga jangka panjang dan bicara biaya dana bisa dikatakan nol karena ini wakaf. Kami akan publikasikan hasilnya (penghimpunan aset wakaf),” jelas Yuslam.

Konsep kedua adalah di sisi penyaluran dana, bank wakaf akan berupaya  semaksimal mungkin memberdayakan ekonomi umat sehingga fokus pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pemberdayaan properti wakaf eksisting. Yuslam memaparkan, bank wakaf akan punya pendekatan yang berbeda dengan bank pada umumnya. “Pendekatannya bukan seperti bank mendekati umkm tapi kami akan disertai dengan pembinaan. Bank ada juga yang begitu tapi biasanya bank hanya lempar pembiayaan saja,” tukasnya.

Selain UMKM, bank wakaf juga akan memberdayakan properti wakaf yang sudah ada. Jumlah properti wakaf eksisting yang belum cukup dioptimalkan ini sangat besar. “Maka dengan cash waqf yang masuk lembaga ini sebagiannya bisa disalurkan untuk memberdayakan properti wakaf. Nazhir yang menguasai tanah wakaf juga bisa dapat keuntungan,” kata Yuslam.

Konsep ketiga yang diusung adalah pembinaan ekonomi umat. Dengan keberadaan lembaga keuangan berbentuk modal ventura ini, maka tekanan pada pembinaan mitra usaha harus kuat. “Kalau tidak kuat hanya akan jadi bank biasa saja. Kami ingin ini modal ventura yang bisa membina UMKM,” tegasnya.

Sementara, konsep keempat adalah adanya pendidikan dakwah dan sosialisasi ke umat tentang pemberdayaan ekonomi melalui wakaf. “Sebagian besar belum paham wakaf apa, maka dengan lembaga ini ada wadah dakwah tentang keuntungan berwakaf, sehingga ekonomi umat jadi bergerak,” pungkas Yuslam.

Leave a Reply