Josua Pardede : Return Investasi Indonesia Bagus

Image result for josua pardede

id.beritasatu.com – Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan, tahun ini, investasi asing cenderung meningkat seiring ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik, sekitar 5,1-5,2%. Pelaku pasar juga sudah mengantisipasi rencana The Fed untuk menaikkan lagi Fed funds rate (FFR).


“Meski ada tren inflasi meningkat tahun ini, return investasi di Indonesia juga masih menarik. Kapitalisasi pasar saham saat ini juga baik, yield obligasi menurun, dan nilai tukar rupiah terapresiasi. Kondisi fiskal Indonesia juga semakin bagus,” imbuh Josua.
Josua menuturkan, return obligasi pemerintah dalam rupiah tahun ini diperkirakan berkisar 5-6%, sedangkan return obligasi valas 3-4%.
Ia menambahkan, pekan ini S&P akan bertemu pihak Bank Indonesia, yang diharapkan berdampak positif dengan S&P menaikkan rating utang Indonesia ke investment grade (layak investasi).
"Ada juga investor asing baru yang berminat masuk, seperti dari Arab Saudi, Australia, dan beberapa investor dari Eropa. Mereka berminat membangun kerja sama dengan pemerintah Indonesia," ujar Josua.

Sedangkan Managing Director Mandiri Sekuritas Laksono Widodo mengungkapkan, tingginya minat asing untuk berinvestasi di Indonesia juga terlihat pada lelang obligasi negara syariah (sukuk) global, berdenominasi dolar AS. Total penawaran investor dalam lelang sukuk global pada Kamis (23/3) malam mencapai US$ 12 miliar, atau ada kelebihan permintaan (oversubscribed) 300%. Dalam emisi sukuk kali ini, pemerintah hanya menetapkan target indikatif US$ 3 miliar.

Penerbitan sukuk global tersebut merupakan yang paling besar sejak penerbitan perdana tahun 2012. “Besarnya tawaran yang masuk mengindikasikan tingginya permintaan investor terhadap sukuk global Indonesia. Bagus sekali demand-nya,” papar Laksono Widodo.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, minat investor yang tinggi terhadap sukuk global menunjukkan persepsi investor terhadap Indonesia semakin baik. Adanya kelebihan permintaan hingga tiga kali dengan yield yang lebih rendah, dibanding penerbitan global bond Desember lalu, menunjukkan kondisi pasar surat utang RI membaik.

Padahal, suku bunga acuan The Fed naik dan ada perubahan kepemimpinan (presiden) AS yang dianggap lebih berisiko dari sisi eksternal. “Semoga, walaupun Fed funds rate masih ada dua kali lagi kenaikan tahun 2017, capital inflow ke Indonesia bisa tetap besar. Ini ditambah upaya pemerintah melanjutkan deregulasi, sehingga net FDI bisa naik,” tambah Mirza.

Josua mengatakan, FDI dapat menjadi tulang punggung untuk menopang perekonomian Indonesia, dibandingkan dengan investasi portofolio. Sebab, FDI bersifat jangka panjang dan menimbulkan multiplier effect besar dibandingkan investasi portofolio yang short term. Dia memperkirakan, FDI tahun ini tumbuh 5-10% dan pertumbuhannya akan terlihat pada semester II-2017

3 Tips Penting Sebelum Investasi Sukuk Ritel 09

5


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Moneysavers memiliki pilihan baru untuk menabung dan berinvestasi. Pilihan baru itu ialah Sukuk Negara Ritel (Sukri) Seri SR-009 Tahun 2017.

Ini adalah surat utang negara ritel berbasis syariah yang dijual oleh Kementerian Keuangan, mewakili pemerintah Indonesia, kepada masyarakat Indonesia. Sebagai surat utang berjenis ritel, surat utang ini bisa dimiliki oleh perseorangan dengan nilai yang kecil. Masa penawaran Sukri seri 009 berlangsung sejak 27 Februari hingga 17 Maret 2017.

Jadi masih ada sekitar setengah bulan untuk menimbang dan memutuskan hingga pertengahan bulan Maret ini. Setelah masa penawaran selesai, Kementerian Keuangan akan menerbitkan pada 22 Maret 2017.

Nilai pembelian minimal sebesar Rp 5 juta dan maksimal sebesar Rp 5 miliar per nasabah, dengan imbal hasil atau bunga sebesar 6,9 persen per tahun. Holding period atau masa investasi ialah tiga tahun dengan tanggal tempo 10 Maret 2020.   

Perlu dicatat, instrument investasi ini hanya dijual kepada warga Negara Indonesia, dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sebagai syarat pembelian.

Managing Director Halomoney.co.id Jay Broekman mengatakan surat utang ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diversifikasi investasi ke instrumen yang aman. "Ori merupakan instrumen investasi yang dijamin oleh pemerintah Indonesia sehingga terhindar dari gagal bayar," ujar Jay.

Sebelum menaruh uang Anda di Sukri 09, sebaiknya perhatikan tiga catatan berikut ini:

1. Bunga & pajak

Pada penerbitan Sukuk ritel SR-09, pemerintah memberikan imbal hasil atau bunga sebesar 6,9 persen per tahun. Jika dibandingkan dengan suku bunga deposito jangka waktu satu tahun sebesar 6,1 persen, imbal hasil Sukri SR 09 ini memang sedikit lebih tinggi.    

Jika dihitung selama tiga tahun, berarti imbal hasil Sukri SR-09 sebesar 20,7 persen. Namun, ada biaya yang harus dibayar, yakni pajak penghasilan sebesar 15 persen jika mencairkan sukuk ritel saat jatuh tempo maupun sebelum jatuh tempo.

Perlu diketahui, pajak penghasilan atas bunga sukuk ritel ini sedikit lebih rendah dari pajak atas bunga deposito yang sebesar 20 persen. Selain itu, jika mencairkan sukuk ritel sebelum tiga tahun, ada potensi biaya administrasi dari agen penjual. Sebab itu penting  memperhatikan biaya administrasi ini kepada agen penjual.

2. Pakai dana investasi

Sebaiknya menggunakan dana nganggur yang memang akan digunakan untuk berinvestasi. Mengingat jangka waktu investasi ini cukup lama selama 3 tahun, Anda sebaiknya berinvestasi Sukuk ritel hingga jatuh tempo. Jika berinvestasi dengan memakai dana darurat atau tabungan,investasi di Sukri tidak maksimal karena akan mengambil dana sewaktu-waktu.

Akibatnya bisa terkena biaya administrasi dan berisiko menerima harga pokok sukuk yang dimiliki turun lebih rendah dari harga saat pembelian. Harga pokok sukuk ini tergantung harga pasar obligasi pemerintah yang berlaku saat Anda mencairkan sukuk ritel di agen penjual.

3. Memilih Agen penjual yang kredibel

Pembelian dan penjualan sukuk ritel akan menggunakan jasa agen penjual. Sehingga sangat penting bagi nasabah untuk memastikan kredibilitas agen penjualan. Selain memiliki layanan yang baik, apakah agen penjual tersebut memberikan nilai tambah atau tidak. Antara lain rutin memberikan laporan dan data investasi kepada Anda. Dan lebih penting lagi, apakah agen penjual itu  mengenakan biaya-biaya lain atau tidak, di samping biaya wajib seperti pajak penghasilan atas bunga sukuk ritel.

Selain itu, apakah agen penjual transparan mengumumkan quotasi harga beli (bid price) dan harga jual (offer price) untuk membantu nasabah menjual dan membeli Sukri di pasar sekunder, pasar kedua antara agen penjual, calon pembeli dan pemilik Sukri yang menjual instrumen investasinya.   

Dalam penerbitan Sukri 09 kali ini, pemerintah menunjuk 22 agen, dari lembaga keuangan lokal maupun asing. Lengkapnya:

1.  PT Bank ANZ Indonesia;
2.  PT Bank BRI Syariah;
3.  PT Bank Central Asia, Tbk;
4.  PT Bank CIMB Niaga, Tbk;
5.  PT Bank Commonwealth;
6.  PT Bank Danamon Indonesia, Tbk;
7.  PT Bank DBS Indonesia;
8.  PT Bank Mandiri (Persero), Tbk;
9.  PT Bank Maybank Indonesia, Tbk;
10. PT Bank Mega, Tbk;
11. PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk;
12. PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk;
13. PT Bank OCBC NISP, Tbk;
14. PT Bank Pan Indonesia, Tbk;
15. PT Bank Permata, Tbk;
16. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk;
17. PT Bank Syariah Mandiri;
18. PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk;
19. PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk;
20. Citibank N.A.;
21. Standard Chartered Bank;
22. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd.

ZIS Mampu Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

Deddy_Mizwar

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menilai zakat, infak, dan sedekah (ZIS) merupakan instrumen penting dalam pembangunan umat. Terutama, dalam mengentaskan masalah kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran.

Deddy Mizwar dalam memberikan sambutan di Worshop Asistensi Manajemen ZIS di Pondok Pesantren Global Insani Mandiri (GIM) yang berdampingan dengan Ponpes Al Amin di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Worskhop Asistensi Manajemen ZIS yang digelar NU Care Lembaga Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), mengatakan bahwa sejatinya ZIS menjadi instrument penting dalam pembangunan umat dalam pemberdayaan masyarakat.

Deddy menuturkan, zakat dapat dimaknai sebagai instrument pembangunan yang mampu mengentaskan kemiskinan dan pengurangan angka pengangguran. Menurut dia, saat ini pengelolaan zakat tidak hanya sebagai pengguguran kewajiban individual melainkan lebih jauh lagi yakni menjadi instrument penting dalam tatananan kehidupan bermasyarakat.

Intinya, zakat hadir sebagai solusi dalam permasalahan sosial dan sebagai sarana berbagi serta makna kebermanfaatan yang lebih luas. Karena itu lanjut Deddy, optimaliasi potensi ZIS perlu terus digali dan ditingkatkan. Upaya tersebut dibarengi dengan peningkatan tata kelola yang baik oleh lembaga pengelola ZIS.

Jika dikelola dengan baik kata Deddy, maka ZIS seharusnya mampu mengatasi kemiskinan, keterbelakangan, dan ketidakberdayaan. Hal ini lanjut dia penting karena masyarakat yang miskin dan tidak terdidik rawan terhadap upaya pengikisan akidah.Deddy mengungkapkan, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amil zakat harus ditingkatkan.

Selama ini ada sebagian masyarakat yang menyalurkan zakatnya langsung kepada penerima.‘’ Lembaga amil zakat saat ini dinilai sudah transparan dan akuntabel,’’ cetus Deddy. Contohnya ada lembaga pengelola zakat yang melaporkan setiap seminggu sekali penyaluran ZIS-nya.

Ekonomi Umat Butuhkan Gerakan Ekonomi Berjamaah

syafii-antonio-_140704120515-315

 

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Ketua Koperasi Syariah 212, Syafii Antonio, menilai keuangan di Indonesia secara mayoritas masih dikuasai asing. Karenanya, kehadiran Koperasi Syariah 212 bisa menjadi langkah awal terbangunnya lembaga keuangan syariah.

“Koperasi Syariah 212 ini dari umat, oleh umat, dan untuk umat, semoga bisa membangun lembaga keuangan syariah di Indonesia,” kata Syafifi saat memberi penjelasan Koperasi Syariah 212 di Aula Al Hambra Masjid Andalusia, Jum’at (20/1).

Ia menuturkan, ratusan juta umat Islam selama ini seakan telah terbiasa menggunakan belasan jam sehari untuk bekerja, melalui cara-cara kapitalis. Untuk itu, Syafii mengajak segenap umat Islam, guna menjadikan kehadiran Koperasi Syariah 212 sebagai momentum kembali ke cara-cara syariah.

Syafii mengingatkan, kepemilikan umat di Indonesia terbilang masih sangat kecil, sedangkan potensi daya beli umat Islam di Indonesia sangat besar. Maka itu, cara-cara syariah seharusnya sudah bisa diterapkan, mengingat tidak ada satu orang pun bisa menjadi konglomerat tanpa konsumsi umat.

“Itu membutuhkan kompetensi bersama-sama, memerlukan gerakan ekonomi berjamaah,” ujar Syafii.

Selain itu, ia menambahkan, masa depan bangsa Indonesia saat ini sangat tergantung kepada umat, termasuk bagaimana ekonomi masyarakat akan berjalan. Menurut Syafii, terserah umat akan menjadikan Indonesia sebagai pasar saja, atau berbuat sesuatu yang besar dan terstruktur.

1 8 9 10