3 Waktu Terlarang Untuk Negosiasi Gaji

Dream.co.id – Tiga waktu terlarang pertama untuk nego gaji pertama, ketika sudah menerima angka gaji yang kecil. Saat sampai di rumah menyesal, karena tiba-tiba teringat banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dan angkanya terlalu kecil. Ingin menegosiasikan ulang? Jangan lakukan. Perusahaan bisa terganggu dengan permintaanmu, padahal belum bekerja. Jika ingin menegosiasikan gaji, lebih baik bekerja dulu beberapa saat. Tunjukkan kepada mereka atas kinerja cemerlang. Setelah 1-2 tahun bekerja, cobalah menghadap HRD untuk menegosiasikan ulang gaji yang diterima.

Yang kedua, ketika perusahaan memberi tahu tawaran yang diajukan adalah penawaran yang terbaik. Biasanya mereka tidak akan mengulang detail gaji yang ditawarkan. Jika buru-buru mengatakan setuju, akan berisiko untuk menegosiasikan gaji selanjutnya.

Kalau kalimat itu keluar, dengarkan seksama gaji yang ditawarkan, sehingga bisa langsung menolaknya jika tawaran yang diajukan jauh dari ekspektasi.

Yang ketiga, tak memiliki pembuktian, artinya bisa melakukan negosiasi ulang gaji dengan perusahaan dan hal ini berlaku ketika sudah diterima kerja, jika merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik dan pantas untuk menerima apresiasi. Jika tak punya pembuktian karier yang baik, lebih baik berpikir dua kali untuk menegosiasikan gaji.

 

Tips Kerja Bagi Fresh Graduate

Ekonomi.kompas.com – Ingin bekerja tanpa memiliki pengalaman bukan hal yang mudah dan bahkan bisa membuat frustrasi karena pekerjaan khusus untuk para fresh graduate pun membutuhkan bekal keahlian.

Berikut ini beberapa kiat sukses dalam memperoleh pekerjaan yang diinginkan yaitu :

1. Jalani wawancara informasional

Penasihat karier, Maggie Mistal, menyarankan untuk memperoleh pekerjaan melalui cara membangun hubungan strategis berupa wawancara informasional.

"Bahkan dalam sebuah kesempatan, Anda bisa melakukan wawancara informasional," ujar Mistal.

Ia menyarankan, untuk melakukan wawancara informasional, bangun koneksi melalui jejaring sosial profesional LinkedIn yang bekerja di perusahaan yang Anda tuju. Jangan sungkan berkomunikasi dan jika beruntung, buatlah janji untuk bertemu.

"Ketika sudah dapat ritmenya, Anda bisa menjalankannya. Perkenalkan diri, tanyakan pertanyaan terkait pekerjaan, dan ini bisa dilakukan dalam 15 menit," ungkap Mistal.

2. Tunjukkan soft skill

Banyak pelamar tanpa pengalaman kerja susah payah "mempromosikan diri" melalui riwayat diri atau curriculum vitae (CV) mereka. Menunjukkan soft skill Anda dapat membuat Anda selangkah di depan menuju perekrutan.

Penting untuk memiliki soft skill. Soft skill dapat ditunjukkan melalui pengalaman memimpin dalam berorganisasi, kerja paruh waktu, atau pengalaman membantu teman dalam membangun kehadiran bisnis mereka melalui media sosial. Pengalaman-pengalaman itu bisa menjadi bekal.

Menurut platform lowongan kerja Monster, soft skill yang paling banyak ditunjukkan dalam bursa kerja di berbagai industri adalah pemecahan masalah, perhatian kepada hal-hal detail, dan kemampuan komunikasi, baik lisan maupun tertulis.

3. Datang ke pameran kerja

Banyak universitas di Indonesia, pun menyelenggarakan pameran kerja untuk para mahasiswa dan alumni.

Meskipun kadang mencari kerja melalui ajang ini cukup menantang, tetapi pameran kerja adalah kesempatan besar bagi calon pegawai untuk berhubungan dengan perusahaan.

Perusahaan besar seperti Amazon pun mengandalkan pameran kerja untuk merekrut pegawai.

Namun, jangan hanya mendaftarkan diri atau menaruh CV pada perusahaan yang berpartisipasi dalam pameran kerja.

Jangan sungkan untuk menghubungi perusahaan untuk follow up lamaran yang telah dikirim.

Dalam waktu 24 jam, hubungi perusahaan melalui e-mail, sertakan CV, dan surat lamaran. Tekankan minat pada posisi pekerjaan yang dibidik.

Kiat Menjaga Semangat Kerja Saat Merasa Kurang Dihargai

Liputan6.com – Jakarta – Berdasarkan hasil riset Gallup, 65 persen pegawai di Amerika Serikat merasa kurang dihargai pekerjaannya. Dan perasaan itu mengarah pada hal negatif, semangat kerja rendah, dan penurunan produktivitas.

Berikut adalah hal yang dapat Anda jika merasa tidak dihargai seperti dikutip dari Thebalance.com :

1. Memotivasi Diri dengan Target

Coba tetapkan target baru yang ingin dicapai dalam karier Anda. Tentukan strategi untuk mencapainya. Meski tak mudah, perlahan tapi pasti kinerja Anda akan mulai kelihatan atasan Anda. Jangan mudah putus asa dan teruslah berjuang untuk membuktikan kemampuan Anda.

2. Olahraga Sebelum Bekerja

Terkadang sumber motivasi terbaik berasal dari luar kantor. Secara khusus, ada banyak hal yang bisa didapat dari berolahraga di pagi hari sebelum Anda mulai bekerja. Melakukan beberapa aktivitas fisik akan membantu Anda merasa lebih baik.

3. Dalami Pekerjaan Anda

Banyak orang merasa kurang dihargai dan kurang memiliki motivasi karena mereka gagal melihat pentingnya pekerjaan mereka. Dengan mendalami pekerjaan dan tugas Anda sehari-hari, Anda bisa mulai menentukan langkah apa yang bisa Anda lakukan agar karier kian cemerlang. Teruslah tingkatkan kemampuan Anda.

4. Sampaikan

Terkadang kenyataan bahwa Anda merasa kurang dihargai sama sekali tidak diperhatikan atasan Anda. Mereka mungkin sangat sibuk sehingga mereka tidak sadar bahwa Anda merasa seperti ini. Jika Anda menduga ini mungkin terjadi, jangan takut untuk berbicara.

 

Pekerjaan, Pendidikan, dan Kehidupan Pribadi Seimbang. Lakukan Tips Jitu Ini

koran-jakarta.com – Menjadi profesional dalam pekerjaan, seseorang terkadang diharuskan melanjutkan sekolah untuk mendukung kariernya. Tapi untuk mendapatkan gelar yang dituntut dari pekerjaan saat ini, merupakan hal yang sulit. Banyak hal yang harus dikorbankan termasuk keluarga dan kehidupan pribadi.

Jika merasa memiliki masalah dalam menyeimbangkan pekerjaan, pendidikan dan kehidupan pribadi, tips ini mungkin bisa membantu menyeimbangkan antara belajar dan kehidupan yang baik, seperti dilansir laman sfltimes.com dari koran-jakarta.com :

1. Jangan melakukan semuanya sendiri

Manfaatkan sistem dukungan pendidikan yang disediakan perusahaan Anda. Seperti pelatihan kerja, layanan karir, dan beberapa dukungan lainnya.

Cari tahu di mana kesulitan yang Anda rasakan dan cari cara untuk mengatasi kesulitan yang ada. Misalnya saat kerepotan mengurus anak dan di saat bersamaan ada jam kuliah atau kerja, maka mintalah bantuan dari orang yang dipercaya sementara waktu untuk mengurus anak.

Anda juga bisa meminta bantuan perawat atau day care, atau buat kelompok belajar virtual untuk mempersiapkan ujian yang akan dihadapi, jadi Anda tidak merasa sendiri ketika sedang kesulitan.

2. Maksimalkan waktu luang yang dimiliki

Teliti tugas Anda dengan benar, jika ada waktu jeda dari pekerjaan dan kuliah, berikan waktu lebih pada anak-anak. Caranya Anda bisa menghubungi mereka lewat telepon dan menanyakan perihal kegiatan sehari-hari. Hal terpenting meski sibuk dengan kuliah dan kerja, Anda tidak lupa mengontrol dan mengawasi anak-anak, sehingga mereka merasa orang tuanya tidak cuek dan tetap memberi perhatian.

3. Pilih program dengan bijak

Carilah program studi yang dirancang untuk mempermudah orang-orang yang memiliki kesibukan. Beberapa kampus kadang menawarkan fleksibilitas untuk belajar secara online.

Anda bisa menyesuaikannya dengan memiliki pengajar pribadi atau mentor yang sesuai dengan bidang yang dihadapi untuk membantu menyeimbangkan tanggung jawab kerja dan sekolah.

Dengan memilih program yang memahami tuntutan sebenarnya dari kuliah dan keinginan perusahaan, setidaknya dapat membantu Anda menerapkan pengetahuan dan memenuhi tujuan secara profesional nantinya.

4. Tetap ikuti perkembangan informasi

Jadilah seorang yang profesional baik sebagai pelajar maupun pekerja, efisienkan waktu secara teratur dengan selalu mengikuti perkembangan informasi.

Misalnya, jika Anda seorang perawat, maka harus selalu tahu informasi kesehatan terkini, banyak cara mudah yang bisa dilakukan seperti mencari informasi lewat internet atau ikut grup chat yang mendukung pekerjaan dan pendidikan Anda.

5. Sering tertawa

Sulit tidaknya suatu pekerjaan Andalah yang bisa membuatnya menjadi gampang dan tidak membosankan. Jika sampai pada suatu titik Anda merasa lelah dan bosan dengan semua aktivitas yang dilakukan, luangkan waktu untuk orang-orang terkasih yang dapat membuat tertawa dan biasanya cara ini sangat membantu untuk menjaga selera humor Anda saat menghadapi masalah yang sulit.

5 Ciri Gaya Hidup Berlebihan

economy.okezone.com – Kehidupan merasa kurang bukan karena rezeki yang kurang, atau banyaknya masalah menimpa, bahkan kesialan. Namun itu semua datang dari gaya hidup yang terlalu berlebihan. Hal ini menyebabkan kita mengalami kesulitan finansial dan juga krisis ekonomi serta pertemanan.

Berikut ini adalah beberapa ciri kita memiliki gaya hidup yang berlebihan, sehingga kita dapat merubah gaya hidup tersebut :

1. Menekan Biaya Hidup

Berhemat untuk kebutuhan sehari-hari merupakan tanda pertama, di mana gaya hidup Anda terlalu berlebihan. Bahkan terkadang sengaja menekan biaya kebutuhan demi bisa membeli atau menggunakannya untuk kepentingan nafsu belaka. Hal ini bisa menjadi indikator positif bahwa anda memang memiliki gaya hidup yang berlebihan. Karena faktanya kita hidup dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup hanyalah selintas untuk menyenangkan hati. Sayangnya justru banyak orang berpikir sebaliknya.

2. Selalu Berutang

Selanjutnya adalah utang yang selalu ada. Percayalah untuk anda yang memiliki utang dan tidak pernah selesai, padahal hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bisa jadi pendapatan habis begitu saja karena gaya hidup yang berlebihan. Sehingga kebutuhan sehari-hari pun tidak cukup menggunakan pendapatan saja dan harus berutang. Untuk menghindarinya cobalah kurangi gaya hidup agar anda juga bisa terbebas dari utang yang membeli dan tidak kunjung usai.

3. Tidak Pernah Mencatat atau Menghitung

Apakah anda merasa bahwa uang habis begitu saja? Tanpa merasa atau tanpa tahu ke mana uang tersebut habis? Maka hal tersebut bisa menjadi indikator gaya hidup yang berlebihan. Apakah anda tahu bahwa mereka yang boros pasti tidak pernah mencatat ke mana saja uang tersebut lari. Selain itu, ke mana saja uang itu digunakan umumnya atau layaknya dicatat agar anda bisa menghitung anggaran yang habis, tetapi mereka yang boros pasti membiarkannya begitu saja. Hal seperti ini menandakan bahwa sebenarnya uang tersebut habis untuk bersenang-senang dan anda tidak tahu ke mana uang tersebut lari. Karena bersenang-senang tanpa ada batasan juga termasuk salah satu gaya hidup yang berlebihan, yang tentunya dapat membawa dampak buruk pada keuangan.

4. Tidak Memiliki Uang Tabungan

Apa itu tabungan? Apa juga investasi itu? Pasti sebagian orang yang memiliki gaya hidup berlebih membiasakan mereka menghabiskan uang tanpa ada batasan yang menyebabkan mereka menjadi kesulitan uang ketika butuh. Untuk itu, jika anda sadar tidak memiliki tabungan, dana darurat, investasi dan sejenisnya maka anda harus tahu bahwa gaya hidup yang dijalankan sudah berlebihan dan kelewat batas. Karena menyebabkan pengelolaan uang anda setiap beberapa waktunya menjadi berantakan.

5. Wujud Kepemilikan Rendah

Rumah masih menyewa, motor masih kredit, sekolah anak tertunggak, dan hal lain-lainnya. Dengan pendapatan yang seharusnya memenuhi syarat untuk bisa melunasi motor, melunasi sekolah bahkan membeli rumah. Namun kenapa banyak orang yang mengeluhkan tidak bisa? karena mereka tidak sadar bahwa gaya hidup yang mereka lakukan sudah berlebihan. Makan makanan di luar, membeli barang yang tidak dibutuhkan, mengikuti kegiatan yang tidak bermanfaat dan masih banyak lagi. Yang akhirnya membuat pendapatan yang masuk habis untuk hal yang tidak masuk akal, sedangkan ketika membutuhkan tidak ada dananya. Jika wujud kepemilikan rendah maka akan berbahaya dan bisa jadi indikator jelas terhadap kondisi keuangan dan gaya hidup yang terlalu tinggi.

 

1 2 3 5