OJK dan BEI Akan Menggelar Kompetisi Stocklab

Investasi.kontan.co.id – Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan kompetisi permainan saham Stocklab dalam rangka memperkenalkan cara kerja pasar modal kepada masyarakat luas. Melalui permainan ini para pesertanya diharapkan tak hanya mengenal cara bermain saham, tetapi juga berbagai istilah dunia pasar modal serta sentimen-sentimen yang bisa mempengaruhi pergerakan saham.

Dalam kompetisi ini, para peserta yang dibagi ke dalam beberapa kelompok diadu dalam sebuah permainan investasi pasar modal berbentuk kartu. Kartu tersebut menjadi alat para peserta Kompetisi Games Investasi Pasar Modal Stocklab 2017 regional Jadetabek yang diadakan pada Senin ini (21/8).

"Stocklab sendiri merupakan sebuah permainan kartu pengenalan pasar modal yang dimainkan oleh dua hingga lima orang pemain. Permainan ini mirip seperti kartu uno atau remi, tetapi di dalamnya ada berbagai macam informasi dan pengenalan terhadap pasar modal," terang Ryan Filbert, penggagas permainan Stocklab.

Stocklab terdiri dari beberapa kartu, di antaranya kartu saham, kartu emiten, dan kartu aksi. Permainan ini pun mengenalkan para pesertanya ke rumor yang bisa jadi sentimen pergerakan suatu saham dan trading fee.

Direktur BEI Nicky Hogan mengatakan, kompetisi yang diikuti mahasiswa dan pelajar SMA ini mampu meningkatkan kesadaran akan investasi pasar modal bagi generasi muda. "Kompetisi ini tak hanya mencakup pemahaman tentang investasi, melainkan juga tentang aksi korporasi seperti rights issue, dividen, dan stock split. Jadi mahasiswa juga bisa dikenalkan ke berbagai aksi korporasi tersebut," ujar Nicky saat ditemui di kesempatan yang sama.

Kompetisi yang telah diselenggarakan di 26 kota di Indonesia ini akan mencapai puncaknya pada Selasa besok (22/8). Dua peserta terbaik dari setiap kota akan hadir pada acara puncak tersebut untuk mendapatkan hadiah utama rekening saham sebesar Rp 10 juta.

Oktober akan Diadakan Konferensi Ekonomi Islam Internasional

Republika.co.id – Batusangkar – Ekonomi Syariah masih dipandang sebelah mata bagi masyarakat modern saat ini. Sektor perbankan misalnya, meski perbankan syariah sudah mulai tumbuh, namun geliatnya masih kalah jauh dibanding perbankan konvensional.

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tanah Datar, Sumbar Syukri Iska menilai, tantangan yang dihadapi oleh sistem ekonomi Islam cukup besar dan perlu mendapat perhatian penuh. Salah satunya, rendahnya pemahaman umat tentang sistem ekonomi Islam.
"Masih dominannya kajian normatif dan teoritis terhadap sistem ekonomi Islam, sehingga boleh dikatakan nyaris belum teruji secara empirical applicable," ujar Syukri.
 
Syukri menyebutkan, untuk mengulas lebih dalam tantangan Indonesia dalam mengembangan sistem ekonomi Islam, IAIN Batusangkar, Tanah Datar, Sumbar akan mengadakan Konferensi Ekonomi Islam Internasional pada Oktober 2017 mendatang.
 
Syukri menyampaikan tema yang akan dikupas dalam konferensi ini adalah pengembangan ekonomi Islam dan tantangannya dalam kancah global. Direncanakan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro akan membuka langsung seminar yang juga akan diisi oleh panelis taraf internasional.
 
Lima panelis utama lain yang dijadwalkan mengisi konferensi adalah Abbas Mirakhor dari Malaysia yang akan membahas perkembangan sistem ekonomi Islam di Timur Tengah dan Abd. Ghafar Ismail dari Brunai Darussalam yang akan membahas perkembangan sistem ekonomi Islam di Asia Tenggara. Konferensi juga akan mengundang perwakilan dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dewan Pengawas Syariah (DPS), praktisi ekonomi syariah.

Mahasiswa STIES Darul Ulum Bantu Pengembangan UMKM Masyarakat Purwakarta Sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat

jabarnews.com – Purwakarta – Dalam rangka mengimplementasikan salah satu mata kuliah, sebanyak 60 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Darul Ulum Purwakarta terjun kemasyarakat.

Terjunnya mahasiswa tersebut salah satunya untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam mengembangkan usaha yang sedang mereka jalani.

“Dalam program ini kita memberikan berbagai informasi dan pengetahuan kepada pelaku UMKM tentang bagaimana cara mengembangkan usaha mereka saat ini,” kata Ketua STIES Darul Ulum Ahmad Damiri.

Ahmad menjelaskan, kegiatan ini selalu dilakukan pihaknya setiap 2 tahun sekali bagi mahasiswa jurusan Perbankan Syariah semester 6. Dalam pelaksanaannya mahasiswa mendatangi satu persatu pedagang kaki lima dibeberapa pasar yang ada di Purwakarta.

“Salah satunya mahasiswa kita memberikan informasi sistem pemasaran dan manajemen wirausaha yang baik untuk pengembangan usaha mereka,” jelasnya.

Ahmad menilai, pelaku UMKM seperti para pedagang kaki lima memiliki peranan dalam pertumbuhan ekonomi serta mengatasi masalah pengangguran.

“Kegiatan ini akan berlangsung selama lima hari. Yaitu dari tanggal 29 Juli 2017 hingga 2 Agustus 2017,” tuturnya.

Ahamad mengungkapkan, kegiatan ini juga sebagai penarapan visi dan misi STIES Darul Ulum, yaitu mencetak sumber daya manusia yang profesional dalam bidang ekonomi syariah khususnya wirausaha.

“Sesuai dengan jurusannya, kita bertekad menciptakan lulusan mahasiswa yang handal sebagai pengusaha yang sukses nantinya,” ungkapnya.

Mak Nunun salah satu pedagang Bakso di Pasar Sumbersari Kiarapedes mengapresiasi kegiatan tersebut. Informasi yang disampaikan mahasiswa cukup berguna bagi usahanya khususnya soal melakukan promosi yang baik dan tepat.

“Saya sangat berterimakasih kepada para mahasiswa sudah, membantu memberikan cara memasarkan usaha saya serta memperhatikan pelaku usaha kecil seperti kami,” tuturnya

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Minta Baznas Tingkatkan Kuota Beasiswa Untuk Mahasiswa UIN Ciputat

Tangerangnews.com -Dede Rosyada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangsel, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berikan dana bantuan untuk biaya pendidikan UIN. Dede berharap dari kolaborasi yang dilakukan oleh Baznas dan BRI Syariah dapat membantu mengurangi beban mahasiswa kurang mampu dengan sejumlah beasiswa Baznas.

Dede menilai kerjasama ini menjadi peluang besar bagi pihak UIN, karena saat ini angka pembayar zakat di Indonesia cukup tinggi.

"Saat ini UIN baru menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu berkisar pada kuota 200 orang. Saya berharap dengan adanya kerjasama antara Baznas dengan BRI Syariah dan UIN angka beasiswa akan kami tingkatkan sampai 400 ratus orang," jelas Dede saat sambutan di Gedung UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

Adapun BRI Syariah bekerjasama dengan Baznas melayani pembayaran zakat, infak dan sedekah melalui Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusi (Laku Pandai) BRISyariah dalam rangka mendukung penyaluran zakat di Indonesia.

Kerjasama tersebut ditingkatkan kembali dengan penandatangan nota kesepahaman mengenai optimalisasi pengumpulan dana zakat melalui Iayanan Laku Pandai. Melalui penandatanganan oleh Direktur Utama BRISyariah Moch Hadi Santoso dan Ketua Umum Baznas Bambang Sudibyo.

Kerjasama ini meliputi layanan dan penjualan tabungan kurban Baznas kepada nasabah BRI Syariah, Iayanan pembayaran zakat, infak dan sedekah di jaringan payment point online banking (PPOB), Ialu pandai dan toko ritel Baznas, Co-branding kartu Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) dengan beberapa produk BRI Syariah dan optimalisasi Iayanan perbankan BRI Syariah untuk meningkatkan pengumpulan dana ZIS melalui rekening Baznas pada BRl Syariah.

Direktur Utama BRl Syariah Hadi Santoso mengatakan , pihaknya memberikan apresiasi kepada Baznas yang dengan setia telah lama menjadi partner kami untuk bekerjasama dengan BRI Syariah. Bersamaan dengan penandatanganan ini, BRl Syariah juga menyalurkan zakat perusahaan ke Baznas sebesar Rp 1,5 miliar. Membayar zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam dan pemerintah secara serius memperhatikan zakat ini dengan mengeluarkan Undang-Undang tentang zakat No 38/1999.

"Alhamdulillah di tahun 2017 ini kami dapat metalurkan zakat perusahaan ke Baznas sebesar Rp1,5 Milyar. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Baznas yang telah membantu kami dalam menyalurkan zakat profesi dan zakat perusahaan BRI Syariah selama ini," ungkap Hadi Santoso

 

Peluang Kerja Lulusan Fakultas Syariah

Korankaltim.com – Samarinda – Dahulu lulusan fakultas Syariah (Fasya) bergelar S.Ag (sarjana agama), kemudian berubah S.HI (sarjana hukum Islam), berubah lagi S.Sy (sarjana Syariah).


Kini berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 33/2016 tentang gelar akademik terbaru, bahwa lulusan Fasya disamakan gelar akademik fakultas hukum kampus umum yakni S.H (sarjana hukum). Tentu berdampak positif bagi aplikasi ilmu dan kesempatan karir para lulusan Fasya. Dekan Fakultas Syariah IAIN Samarinda, Hj. Darmawati menyatakan penyematan gelar baru SH, memberi kesempatan luas dan karir lebih terbuka. “Lulusan Fasya memiliki peluang di banyak lembaga, seperti hakim di lingkungan Mahkamah Agung (PA, PN, PTUN dan Mahmil),” katanya.


Bahkan diklaim lebih unggul dalam segi keilmuwan. Sebagai contoh jika ada hakim berbasis syariah menangani kasus di peradilan umum, dapat menggunakan analisa hukum pendekatan intisari syariah (maqashid syariah), sehingga berdampak positif bagi penegakan hukum di Indonesia. “Lulusan Fasya berpeluang jadi pengacara, konsultan keuangan syariah, arbiter atau mediator sengketa bisnis syariah bahkan ahli ilmu falak/ astronomi,” tambahnya.


Fasya IAIN Samarinda memiliki 3 Program Studi (Prodi), Prodi Hukum Keluarga, Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Tata Negara dan terakreditasi B. visinya ‘unggul pengembangan hukum Islam berbasis spritual-intelektual menuju fakultas profesional dan kompetitif” Fasya juga sudah memiliki LBH, laboratorium kajian falak/astronomi, Pusat Kajian Hak Kekayaan Intlektual (PUSHAKI) dan lembaga penelitian kajian peraturan daerah (Perda).


“Kami undang lulusan pesantren, MAN/SMA/sederajat kuliah di Fasya,” imbaunya. Pendaftaran dibuka 19 Juni hingga 19 Juli 2017 nanti. Siswa prestasi berkesempatan mendapat beasiswa Kemenag RI, Kaltim Cemerlang dan beasiswa lembaga swasta lain. Mata kuliah akan diampu 6 doktor ahli dan 15 magister ahli lulusan dalam dan luar negeri. Gedung kuliah Fasya berlokasi di kampus 2 IAIN Samarinda Jalan H.A.M. Rifaddin Kec. Loa Janan Ilir Samarinda. Untuk informasi daftar dapat menghubungi Mahyudin di 082351383215. Dewi Maryah 085350265111, Maisarah 082351586873 dan Suwardi Sagama 085255886649.

 

1 2 3 4 6