Dua Tantangan Besar untuk Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Asia yang Berkelanjutan

Republika.co.id – Tokyo – Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Legarde, mengatakan bahwa Asia menghadapi dua tantangan besar untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan. Kedua tantangan tersebut yakni demografi dan produktivitas.

Dalam sebuah seminar di Tokyo, Lagarde mengatakan, Jepang, Korea Selatan, dan Cina perlu mengambil langkah untuk menangani masyarakat usia tua. Menurutnya, lebih banyak ruang bagi Jepang untuk memperbaiki akses terhadap perawatan anak, jam kerja yang lebih rendah, dan meningkatkan upah untuk pekerjaan yang setara.

"Meningkatkan produktivitas adalah masalah yang dihadapi oleh semua negara Asia," ujar Lagarde.

Data IMF menyebutkan, dampak penuaan penduduk berpotensi menurunkan laju pertumbuhan PDB tahunan Jepang sebesar 1 persen dalam tiga dekade mendatang. Sementara di India dan Filipina, yang populasinya termasuk termuda di kawasan, pertumbuhan angkatan kerja dapatmeningkatkan laju PDB dengan persentase yang sama.

Negara di kawasan Asia Timur akan mengalami penuaan tercepat di dunia dalam beberapa dekade mendatang. Pertumbuhan penduduk di Jepang sudah negatif, sementara pertumbuhan penduduk secara keseluruhan di Asia semakin melambat dan diprediksi pertumbuhannya menjadi nol pada 2050. Lebih dari sepertiga populasi Singapura dan Korea Selatan berusia 50 tahun.

Seiring terjadinya penuaan, jumlah tenaga kerja akan berkurang. Angkatan kerja di Asia diproyeksi akan menyusut sebanyak ratusan juta orang. Contohnya, angkatan kerja Cina yang diperkirakan mengalami pengurangan 170 juta orang dalam tiga dekade mendatang. Sebaliknya, negara Asia lain seperti India dan Indonesia akan diuntungkan dengan bonus demografi karena angkatan kerjanya berkembang serta tingkat kesuburannya lebih tinggi.

Pertumbuhan Industri Asuransi di Lebanon Melambat

Finansial.bisnis.com – Jakarta – Pertumbuhan industri asuransi di Lebanon pada semester pertama tahun ini tercatat melambat.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Perusahaan Asuransi Lebanon, pendapatan premi industri meningkat menjadi US$846 juta atau tumbuh sebesar 0,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan publikasi Economic Research & Analysis Department of Byblos Bank yang dilansir dari Asian Insurance Review, pendapatan premi industri mencapai $445,9 juta pada kuartal pertama dan $399,8 juta pada kuartal kedua tahun 2017.

Pertumbuhan pendapatan premi industri utamanya ditopang dari kontribusi lini bisnis asuransi kesehatan dengan porsi sebesar 34,2% dari total pendapatan premi. Pada paruh pertama 2017 premi asuransi kesehatan mencapai $288,9 juta.

Sedangkan premi dari sektor asuransi jiwa mencapai $236,7 juta atau 28% dari total premi.

Adapun kontribusinya lainnya berasal dari 21,2% asuransi kendaraan bermotor dengan nilai $179,6 juta, 7% asuransi kebakaran, 3,4% kompensasi pekerja, 2% asuransi kargo, 1,1% public liability, 0,6% engineering, dan 2,5% sisanya lain-lain.

Sementara itu, asosiasi mencatat manfaat dan klaim yang dibayarkan industri mencapai $477,4 juta pada paruh pertama tahun 2017, meningkat sebesar 11,3% dari $429,1 juta pada periode yang sama tahun 2016.

Manfaat dan klaim yang dibayarkan untuk kategori non-jiwa mencapai $297,8 juta atau menurun 4,6% dari $312,1 juta pada paruh pertama 2016. Sementara klaim asuransi jiwa mencapai $179,6 juta atau naik sebesar 53,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

1.500 Lebih Perusahaan Tinggalkan Katalunya

Republika.co.id – Madrid – Lebih dari 1.501 perusahaan telah meninggalkan Katalunya, wilayah Spanyol timur laut, di tengah kekhawatiran kemerdekaan wilayah tersebut dari Spanyol.

Bahwa antara 2 Oktober hingga 24 Oktober, sebanyak 1.501 perusahaan memutuskan untuk meninggalkan Katalunya. Sementara 107 perusahaan memutuskan untuk memindahkan markas mereka dari Katalunya ke tempat lain.

Peristiwa ini sebagai tanggapan atas kekhawatiran akan deklarasi kemerdekaan sepihak, setelah wilayah tersebut mengadakan referendum penentuan nasib sendiri pada 1 Oktober lalu.

Referendum tersebut dinyatakan tidak sah oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol, karena melanggar konstitusi Spanyol.

Pemerintah Spanyol mengeluarkan sebuah keputusan setelah referendum yang membuat perusahaan-perusahaan meninggalkan Katalunya dan memindahkan markas mereka ke tempat lain di Spanyol, karena keputusan tersebut tidak perlu disahkan oleh rapat pemegang saham, kecuali undang-undang perusahaan tersebut mengatakan hal yang sebaliknya.

Zona Ekonomi Independen Arab Saudi

Republika.co.id – Arab Saudi – Pangeran mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, telah berjanji untuk mengembalikan negara tersebut ke Islam moderat. Ia meminta dukungan global untuk mengubah pemahaman konservatif yang ada di Arab Saudi menjadi masyarakat terbuka yang memberdayakan warga negara dan menarik investor.

Pangeran juga mengumumkan peluncuran zona ekonomi independen senilai 440 miliar dolar AS di Arab Saudi, Yordania dan Mesir.

"Kami adalah negara G20. Salah satu ekonomi dunia terbesar. Kami berada di tengah tiga benua. Mengubah Arab Saudi menjadi sarana yang lebih baik untuk membantu kawasan ini dan mengubah dunia. Jadi inilah yang coba kita lakukan di sini. Dan kami berharap mendapat dukungan dari semua orang," tambahnya.

Zona ekonomi ini akan didirikan di 470 km pantai Laut Merah, di daerah wisata yang mirip dengan Dubai, dimana pria dan wanita bebas untuk berbaur. Hal ini sebagai upaya untuk mengubah kerajaan dari ketergantungan pada minyak dan membawanya ke dalam ekonomi terbuka yang beragam. Namun kendala yang dihadapi yaitu belum adanya transformasi sosial dari masyarakat Arab Saudi. Termasuk peraturan yang memperlambat pembangunan ekonomi.

Pangeran Mohammed berulang kali menegaskan tanpa membuat kontrak sosial baru antara warga negara dan negara, rehabilitasi ekonomi akan gagal. "Ini tentang memberi anak-anak kehidupan sosial. Hiburan perlu menjadi pilihan bagi mereka. Mereka bosan dan marah. Seorang wanita harus bisa mendorong dirinya untuk bekerja,' kata seorang tokoh kerajaan senior Saudi.

Dalam 10 tahun ke depan, setidaknya lima juta orang Saudi akan memasuki dunia kerja. Hal ini menimbulkan masalah besar bagi pejabat untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Zona ekonomi akan selesai pada 2025 atau lima tahun sebelum arus program reformasi.

 

Komunitas Muslim Australia Memberikan Wakaf Al Qur’an di Jabodetabek

Tuntasmedia.com – Banyak Pondok Pesantren (Ponpes) di Jabodetabek yang kekurangan Al Qur’an untuk menunjang kegiatan belajar mengajar mereka. Kondisi tersebut memicu Dompet Dhuafa menjalin kerja sama dengan Komunitas Muslim Australia untuk memberikan wakaf Al Qur’an kepada 10 Ponpes yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

“Wakaf adalah sedekah yang pahalanya mengalir sepanjang masa. Wakaf Al Qur’an adalah investasi jangka panjang kita. Wakaf Al Qur’an untuk santri adalah usaha dan dukungan kita untuk mempersiapkan generasi muda yang kenal Al Qur’an,” demikian kalimat yang tertera di Instagram Dompet Dhuafa Australia.

“Bulan Ramadhan merupakan momentum bagi umat Islam untuk banyak beramal guna mendapatkan limpahan pahala. Hal itu lah yang mendorong Dompet Dhuafa Australia menggalang donasi wakaf selama bulan Ramadhan 1438 H lalu. Alhamdulillah tingginya antusiasme dan partisipasi Muslim Australia maka terkumpul dana, dan dibelikan 500 Al Qur’an lengkap dengan terjemahan dan tajwidnya,” tutur Kamaludin, selaku penanggung jawab Dompet Dhuafa.

Kata dia, wakaf Al Qur’an yang diamanahkan ke Dompet Dhuafa akan distribusikan ke 10 Ponpes di sekitar Jabodetabek yang betul-betul membutuhkan guna menunjang kegiatan belajar dan mengajar para santrinya.

Sejauh ini, lanjut dia, sudah tiga Ponpes yang mendapat wakaf Dompet Dhuafa, yaitu Pesantren Raudhatul Amanah di Desa Pesanggrahan Kecamatan Soler, Pesantren Al Hidayahdi Desa Mekar Kondang Kecamatan Sukadiri, dan Pesantren Hidayatussholihindi Desa Kemiri Kabupaten Tangerang.

Komarudin, pengurus Ponpes Hidayatussholihin mengungkapkan, program wakaf Al Qur’an sangat berguna bagi para santri, apalagi mereka yang sudah tingkatan tahsin memberikan kemudahan bagi mereka untuk mengkaji kandungan ayat Qur’an. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semoga diterima amal shodaqoh jariyahnha,” pungkas Komarudin.

 

1 2 3 4 5 14