5 Bisnis Syariah yang Berpotensi Menguntungkan

Financi.detik.com – Jakarta – Trend bisnis saat ini adalah bisnis halal. Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa potensi industri keuangan syariah di Indonesia cukup besar. Bahkan, potensi industri halal dan keuangan syariah global diprediksi tembus US$ 6,38 triliun di 2021.

Berikut adalah contoh bisnis halal yang bisa Anda kembangkan walau hanya dari rumah

1. Berjualan Camilan Halal
Membuka usaha makanan/ camilan merupakan bisnis yang sangat potensial karena makanan merupakan kebutuhan pokok manusia dan selalu dibutuhkan. Namun pastikan jika bahan-bahan yang digunakan serta diolahnya adalah jenis makanan yang halal.

Dan, kita juga perlu mempelajari usaha makanan/ camilan apa yang cocok dikerjakan di rumah dengan modal yang kecil. Inilah beberapa usaha makanan yang cocok dijalankan di rumah:

a. Berbisnis jualan aneka kue. Rata-rata masyarakat Indonesia menyukai kue-kue camilan seperti; brownies kukus, kue bolu, kue lapis, lumpia, donat, risoles, dan kue-kue lainnya. Jika rumah Anda berada di tempat yang cukup strategis, Anda bisa berjualan camilan ini di depan rumah dengan memasang display camilan Anda.

Jangan lupa untuk mempromosikan usaha kue Anda ke teman-teman, tetangga, dan keluarga. Dan manfaatkan momen-momen penting untuk meningkatkan penjualan usaha kue Anda, misalnya acara ulang tahun, lebaran, hari natal.

b. Berbisnis jualan gorengan. Hampir semua orang pasti menyukai gorengan. Hampir semua kalangan di masyarakat kita suka makan gorengan, seperti; pisang goreng, tahu goreng, tempe goreng, mendoan, bakwan, dan lain-lain.

Jika Anda mampu membuat fariasi gorengan yang unik dari gorengan biasa, kemungkinan besar untuk sukses dalam usaha gorengan ini akan semakin besar.

2. Bisnis Online Halal
Saat ini bisnis online merupakan salah satu bisnis paling ngetrend di Indonesia. Selain cenderung lebih mudah, lebih banyak jenisnya, biaya menjalankan bisnis online juga cenderung lebih murah dibandingkan dengan bisnis konvensional.

Beberapa jenis bisnis online yang saat ini sedang banyak dijalankan oleh masyarakat Indonesia adalah bisnis dropshipping busana muslim misalnya, atau, menjadi blogger dan publisher, membuat toko online, menjual jasa, bisnis afiliasi, dan masih banyak lagi.

Banyaknya pilihan dalam bisnis online memang tidak otomatis membuat kita lebih mudah untuk menjalankannya karena tidak semua jenis bisnis online bisa cocok dengan masing-masing orang. Sebagian orang mungkin lebih cocok menjalankan bisnis dropshipping. Ini tergantung minat dan kemampuan masing-masing orang.

3. Bisnis Handmade
Dibutuhkan seseorang yang memiliki kreatifitas tinggi untuk mengubah barang-barang bekas menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat. Salah satu contoh adalah memanfaatkan kain perca atau kain bekas yang diubah menjadi sebuah tas unik atau boneka cantik.

Saya sendiri belum pernah melihat langsung proses pembuatannya, tapi ada banyak orang yang berhasil memanfaatkan bahan-bahan bekas di sekitar mereka menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

4. Pulsa
Berkomunikasi dengan handphone sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Tentunya para pengguna telepon genggam ini akan membutuhkan pulsa agar dapat menggunakan gadget mereka tersebut. Nah, inilah peluang usaha rumahan yang bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya karena memiliki potensi keuntungan yang lumayan besar.

Dalam menjalankan bisnis berjualan pulsa elektrik, kita tidak membutuhkan modal yang besar. Yang perlu dipersiapkan untuk menjalankan usaha ini adalah sebuah perangkat handphone untuk melakukan pengiriman pulsa elektrik.

Namun bila Anda ingin menjalankan usaha tersebut dengan membuka konter karena ingin berjualan hp juga, maka modal yang dibutuhkan tentunya akan lebih besar. Selain biaya menyewa tempat, Anda juga harus mempertimbangkan biaya-biaya lain dalam menjalankan bisnis, misalnya biaya listrik, membuat etalase, dan lainnya.

5. Laundry
Usaha laundry ini bisa dimanfaatkan dan cocok bila dijalankan dekat dengan kampus dan juga kost-kostan mahasiswa dan pekerja kantoran. Biasanya mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk mencuci dan menyetrika pakaian mereka. Selain itu, hasil cucian dan setrikaan yang mereka lakukan sendiri sering tidak rapih sehingga mereka cenderung memilih untuk menggunakan jasa laundry.

Saat ini sangat banyak orang yang menggunakan jasa laundry pakaian, selain karena harganya yang sangat terjangkau juga karena hasil cucian dan setrikaan yang diberikan oleh penyedia jasa loundry biasnya lebih rapih dibandingkan bila mengerjakan sendiri. Melihat potensi yang baik dari bisnis ini, tentunya Anda harus mempertimbangkan untuk membuka usaha laundry pakaian.

Bila Anda tidak mau repot memulai dari nol, saat ini bisnis laundry sudah ada waralabanya juga. Anda hanya perlu menyediakan modal awal dan juga tempat untuk mulai berbisnis. Tapi biasanya waralaba bisnis laundry pakaian harganya cukup mahal.

Bila Anda tidak memiliki modal yang cukup untuk membeli waralaba, sebaiknya Anda memulai sendiri bisnis laundry ini.

Indonesia Dinilai Memiliki Potensi dalam Perdagangan Halal Dunia

Republika.co.id – Jakarta – LPPOM MUI menilai Indonesia memiliki potensi dalam pasar perdagangan halal dunia. Halal dinilai sudah menjadi isu global. "Sudah lama LPPOM berorientasi peningkatan potensi Indonesia dalam perdagangan halal," kata Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dalam acara Silaturahmi LPPOM MUI dan Perusahaan Berorientasi Halal di Jakarta.
 
Ia mengatakan halal menjadi isu global, bukan lagi syariat Islam atau islamisasi. Ia mengatakan halal menjadi salah satu model komoditi dan pelayanan pelanggan.
 
Lukmanul beranggapan Indonesia memiliki potensi memanfaatkan perdagangan halal sebesar-besarnya. Ia menjabarkan mengacu pada tren pendagangan halal, diperoleh angka 7 miliar dolar AS pada 2015. Sementara Indonesia menghasilkan 151 juta dolar AS pada 2015 lalu.
 
Kendati optimistis terhadap potensi pergadangan halal Indonesia, Lukmanul menyebut Indonesia jauh tertinggal di bawah Malaysia, Australia, Pakistan, Brasil, Somalia, Qatar. Menurut dia, kondisi itu harus memacu Indonesia menghasilkan produk halal unggulan di dunia internasional.

Standar Halal Indonesia Diklaim Diterima di 20 Negara

Republika.co.id – Jakarta – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan standar halal Indonesia sudah diterima di banyak negara.

"Sebanyak 20 negara terima standar halal Indonesia," kata Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim dalam acara Silaturahmi LPPOM MUI dan Perusahaan Berorientasi Halal di Jakarta.

Menurut dia, hal itu menjadi peluang bersama meningkatkan pergadangan halal Indonesia. Ia mengajak pelaku usaha mengawal produk halal Indonesia masuk perdagangan internasional.

Lukmanul mengatakan Rusia menyatakan meminta sejumlah produk halal Indonesia. Pun fashion halal Indonesia sukses merambah pasar Moskow. Selain itu, Timur Tengah menjadi mediator Indonesia memasuki perdagangan halal di negara tersebut.

Lukmanul optimistis ekspor produk halal bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, peningkatan itu tak menghilangkan identitas asli Indonesia sebagai bangsa religius.

Ia mengatakan halal menjadi isu global, bukan lagi syariat Islam atau islamisasi. Ia mengatakan halal menjadi salah satu model komoditi dan pelayanan pelanggan.

Baznas Sukses Mengadakan Pelatihan Pasar Modal Syariah

Republika.co.id – Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah sukses menggelar training pasar modal syariah di Jakarta. Pelatihan yang diadakan pada Jumat (17/11) diikuti oleh amilin dan amilat Baznassebagai sosialisasi program Shadaqah dan Zakat Saham Nasabah (Sazadah) yang baru saja diluncurkan.

Deputi Baznas, Arifin Purwakanta menyatakan bahwa kegiatan inhouse training ini digelar guna meningkatkan pemahaman tentang pasar modal syariah sebagai salah satu instrumen investasi berbasi syariah di Indonesia. "Kegiatan ini sebagai sosialisasi kepada amil Baznas agar memiliki pemahaman tentang pasar modal syariah. Apalagi sebelumnya Baznas digandeng Henan Sekuritas meluncurkan program Zakat Saham, " kata Arifin.

Dalam training tersebut peserta dibekali materi investasi saham syariah, sistem trading online, perbankan syariah, pasar modal syariah dan industri keuangan non bank (IKNB) syariah dan program Shadaqah dan Zakat Saham Nasabah (Sazadah). Pembicara pelatihan ini berasal dari Islamic Capital Market Development Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Henan Sekuritas.

Kegiatan inhouse training Pasar Modal Syariah ini mendapat respon dan apresiasi yang luar biasa dari para amilin dan amilat Baznas. Mereka berharap program ini digelar secara rutin dan komperehensif sehingga bisa mencerahkan wawasan mereka dalam bidang inevstasi dan pasar modal syariah.

Sebelumnya PT Henan Putihrai Sekuritas (HP Sekuritas) sebagai pelopor Investasi Berbagi bersama Baznas meluncurkan program Sazadah yang dimaksudkan untuk memfasilitasi investor (syariah maupun konvensional) untuk dapat menyucikan harta sekaligus berbagi kepada sesama melalui sedekah dan zakat saham/dana.

Ekonomi Digital Sebagai Penyumbang Pertumbuhan RI

Finance.detik.com – Jakarta – Ekonomi digital diproyeksikan selalu tumbuh dan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018.

Dengan populasi lebih dari 262 juta jiwa pada tahun 2016, dimana 51% atau 132,7 juta di antaranya adalah pengguna internet, 40% atau 106 juta adalah pengguna media sosial, dan 35% atau 92 juta adalah pengguna handphone aktif, lndonesia telah menjadi sebuah negara yang memiliki fondasi kuat untuk pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Pada tahun 2016, Asosiasi E~Commerce lndonesia mencatat 24,74 juta orang lndonesia membeli produk secara online (e-commerce buyers) atau 9% dari total populasi. Pada tahun 2017, transaksi e-commerce diperkirakan akan meningkat sebesar 30 hingga 50% dari jumlah transaksi total sebesar US$ 5,6 juta di tahun 2016.

Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja menjelaskan, tumbuhnya era ekonomi digital, ditambah dengan pertumbuhan kelas menengah, akan memberikan dorongan yang lebih kuat lagi bagi pertumbuhan ekonomi lndonesia.

"Ekonomi digital diperkirakan akan terus menjadi salah satu fokus Pemerintah lndonesia ke depan," kata Enrico dalam acara UOB Indonesia's Economic Outlook 2018, di Hotel Shangri-La.

Pemerintah lndonesia memperkirakan kontribusi e-commerce pada PDB adalah sebesar 10% di tahun 2020 seiring dengan target untuk memposisikan lndonesia sebagai pusat ecommerce di ASEAN. Hal ini terdapat dalam peta jalan (road map) di paket kebijakan reformasi ekonomi no. 14 yang diluncurkan pada 10 November 2016.

Tahun depan PT Bank UOB Indonesia memprediksi pertumbuhan sebesar 5,3%. Ini ditopang oleh konsumsi swasta, pertumbuhan pembelanjaan investasi, serta peningkatan kinerja ekspor.

Dia menjelaskan Indonesia masih memiliki kekuatan fundamental yang baik. Pada kuartal III 2017 tercatat permintaan konsumsi swasta yang stabil di angka sekitar 5% yoy, sementara belanja investasi meningkat 7,1% dan ekspor meningkat 17,3%.

"Terus membaiknya pertumbuhan ekonomi global, perbaikan harga komoditas, serta berbagai program infrastruktur domestik diyakini akan mendukung momentum pertumbuhan tahun depan," kata dia.

Dia menjelaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini juga didukung oleh komitmen pemerintah Indonesia yang dinilai terus meningkatkan iklim investasi. Selain itu paket kebijakan ekonomi ke 16 untuk memfasilitasi aktivitas bisnis dan menarik investasi yang lebih besar melalui sistem teknologi informasi yang terintegrasi.

1 2 3 4 5 38