Rektor UIN Syarif Hidayatullah Minta Baznas Tingkatkan Kuota Beasiswa Untuk Mahasiswa UIN Ciputat

Tangerangnews.com -Dede Rosyada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangsel, meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berikan dana bantuan untuk biaya pendidikan UIN. Dede berharap dari kolaborasi yang dilakukan oleh Baznas dan BRI Syariah dapat membantu mengurangi beban mahasiswa kurang mampu dengan sejumlah beasiswa Baznas.

Dede menilai kerjasama ini menjadi peluang besar bagi pihak UIN, karena saat ini angka pembayar zakat di Indonesia cukup tinggi.

"Saat ini UIN baru menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu berkisar pada kuota 200 orang. Saya berharap dengan adanya kerjasama antara Baznas dengan BRI Syariah dan UIN angka beasiswa akan kami tingkatkan sampai 400 ratus orang," jelas Dede saat sambutan di Gedung UIN Syarif Hidayatullah Ciputat.

Adapun BRI Syariah bekerjasama dengan Baznas melayani pembayaran zakat, infak dan sedekah melalui Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusi (Laku Pandai) BRISyariah dalam rangka mendukung penyaluran zakat di Indonesia.

Kerjasama tersebut ditingkatkan kembali dengan penandatangan nota kesepahaman mengenai optimalisasi pengumpulan dana zakat melalui Iayanan Laku Pandai. Melalui penandatanganan oleh Direktur Utama BRISyariah Moch Hadi Santoso dan Ketua Umum Baznas Bambang Sudibyo.

Kerjasama ini meliputi layanan dan penjualan tabungan kurban Baznas kepada nasabah BRI Syariah, Iayanan pembayaran zakat, infak dan sedekah di jaringan payment point online banking (PPOB), Ialu pandai dan toko ritel Baznas, Co-branding kartu Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) dengan beberapa produk BRI Syariah dan optimalisasi Iayanan perbankan BRI Syariah untuk meningkatkan pengumpulan dana ZIS melalui rekening Baznas pada BRl Syariah.

Direktur Utama BRl Syariah Hadi Santoso mengatakan , pihaknya memberikan apresiasi kepada Baznas yang dengan setia telah lama menjadi partner kami untuk bekerjasama dengan BRI Syariah. Bersamaan dengan penandatanganan ini, BRl Syariah juga menyalurkan zakat perusahaan ke Baznas sebesar Rp 1,5 miliar. Membayar zakat merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam dan pemerintah secara serius memperhatikan zakat ini dengan mengeluarkan Undang-Undang tentang zakat No 38/1999.

"Alhamdulillah di tahun 2017 ini kami dapat metalurkan zakat perusahaan ke Baznas sebesar Rp1,5 Milyar. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada Baznas yang telah membantu kami dalam menyalurkan zakat profesi dan zakat perusahaan BRI Syariah selama ini," ungkap Hadi Santoso

 

Peluang Kerja Lulusan Fakultas Syariah

Korankaltim.com – Samarinda – Dahulu lulusan fakultas Syariah (Fasya) bergelar S.Ag (sarjana agama), kemudian berubah S.HI (sarjana hukum Islam), berubah lagi S.Sy (sarjana Syariah).


Kini berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 33/2016 tentang gelar akademik terbaru, bahwa lulusan Fasya disamakan gelar akademik fakultas hukum kampus umum yakni S.H (sarjana hukum). Tentu berdampak positif bagi aplikasi ilmu dan kesempatan karir para lulusan Fasya. Dekan Fakultas Syariah IAIN Samarinda, Hj. Darmawati menyatakan penyematan gelar baru SH, memberi kesempatan luas dan karir lebih terbuka. “Lulusan Fasya memiliki peluang di banyak lembaga, seperti hakim di lingkungan Mahkamah Agung (PA, PN, PTUN dan Mahmil),” katanya.


Bahkan diklaim lebih unggul dalam segi keilmuwan. Sebagai contoh jika ada hakim berbasis syariah menangani kasus di peradilan umum, dapat menggunakan analisa hukum pendekatan intisari syariah (maqashid syariah), sehingga berdampak positif bagi penegakan hukum di Indonesia. “Lulusan Fasya berpeluang jadi pengacara, konsultan keuangan syariah, arbiter atau mediator sengketa bisnis syariah bahkan ahli ilmu falak/ astronomi,” tambahnya.


Fasya IAIN Samarinda memiliki 3 Program Studi (Prodi), Prodi Hukum Keluarga, Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Tata Negara dan terakreditasi B. visinya ‘unggul pengembangan hukum Islam berbasis spritual-intelektual menuju fakultas profesional dan kompetitif” Fasya juga sudah memiliki LBH, laboratorium kajian falak/astronomi, Pusat Kajian Hak Kekayaan Intlektual (PUSHAKI) dan lembaga penelitian kajian peraturan daerah (Perda).


“Kami undang lulusan pesantren, MAN/SMA/sederajat kuliah di Fasya,” imbaunya. Pendaftaran dibuka 19 Juni hingga 19 Juli 2017 nanti. Siswa prestasi berkesempatan mendapat beasiswa Kemenag RI, Kaltim Cemerlang dan beasiswa lembaga swasta lain. Mata kuliah akan diampu 6 doktor ahli dan 15 magister ahli lulusan dalam dan luar negeri. Gedung kuliah Fasya berlokasi di kampus 2 IAIN Samarinda Jalan H.A.M. Rifaddin Kec. Loa Janan Ilir Samarinda. Untuk informasi daftar dapat menghubungi Mahyudin di 082351383215. Dewi Maryah 085350265111, Maisarah 082351586873 dan Suwardi Sagama 085255886649.

 

LPDB Syariah Mendorong Pertumbuhan Koperasi Syariah

Republika.co.id – Jakarta – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPBD KUMKM) akan secepatnya membentuk Direktorat Syariah pada bulan Juni mendatang. Direktorat tersebut khusus menangani pengajuan pinjaman atau pembiayaan dengan pola syariah.

Menurut Peneliti Ekonomi Syariah SEBI School of Islamic Economics, Aziz Setiawan, pembentukan LPDB Syariah ini secara umum dinilai sangat positif dan sudah selayaknya dibentuk, mengingat kebutuhan dana bergulir dengan pola sesuai syariah di masyarakat yang mayoritas muslim.

"Dengan dibentuknya Direktorat Syariah diharapkan pemerintah menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan keuangan syariah melalui program- program pemerintah seperti dana bergulir syariah tersebut,"ujar Aziz.

Aziz menuturkan, secara organisasi dengan adanya Direktorat Syariah tersendiri tentu akan memberikan arah kebijakan yang lebih kuat dalam pengembangan dana bergulir syariah sehingga semakin relevan dan efektif dalam mendorong pertumbuhan koperasi dan UMKM.

Ia menilai, sudah seharusnya pemerintah yang telah membentuk KNKS melalui Perpres mendorong berkembangnya skema-skema syariah dalam program-program ekonomi pemerintah.

"Diharapkan dengan demikian, Indonesia bisa leading dalam variasi produk dan program keuangan syariah secara global,"kata Aziz.

Sebelumnya Direktur Utama LPDB KUMKM Kemas Danial menuturkan, pihaknya telah mengajukan pembentukan direktorat ini dan telah disetujui oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB). Proses selanjutnya yaitu disahkan oleh Menteri Koperasi dan UMKM Puspayoga.

"Sudah ada persetujuan MenPANRB, organisasi itu prinsipnya mereka sudah setuju. Tinggal sebentar lagi disahkan Pak Menkop jadi mudah-mudahan bulan ini sudah selesai,"ujar Kemas.

Setelah mendapatkan pengesahan dari Menkop, pada bulan Juni LPDB akan mulai menyeleksi calon direksi yang akan duduk pada posisi tersebut. Dengan demikian, LPDB Direktorat Syariah akan dapat mulai berjalan pada Semester II 2017.

Bank Syariah Mandiri Membidik Ratusan Pelajar

Analisadaily.com – Medan – Bank Syariah Mandiri (BSM) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Al Hijrah sebagai tanda pembukaan tabungan pelajar IB di Expo Perbankan Syariah.

Dalam kerjasama tersebut, BSM mengenalkan perbankan syariah kepada para pelajar. Hal ini terlihat dari kian meningkatnya jumlah nasabah dari kalangan pelajar.

"Ada 624 siswa Yayasan Al Hijrah yang kita ajak menabung di BSM. Agar sejak usia pelajar, mereka sudah mengenal perbankan syariah," ujar CEO Regional I BSM, Ahmad Zailani melalui Area Retail Manager Medan I, Wiri.

Saat ini, fokus pengembangan BSM mengajak kerjasama masyarakat di sektor pendidikan dan kesehatan. Untuk di bidang pendidikan, BSM telah bekerjasama dengan Sekolah Multikarya, Pancabudi dan PAB Helvetia. Ke depan, kerjasama tersebut akan terus ditingkatkan ke berbagai sekolah lainnya.

"Kalau ditotal, mungkin ada 5000 nasabah kita dari kalangan pelajar. Tahun ini kita juga akan terus melakukan kerja sama dengan sekolah agar semakin banyak pelajar di Medan yang belajar menabung," ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Ahmad Zailani, untuk produk-produk BSM juga masih diminati masyarakat, terutama pembiayaan pemilikan rumah (PPR).

"Penyaluran PPR kita juga masih tinggi. Seimbang dengan pembiayan pensiun, mikro dan lainnya," tambahnya.

"Ke depannya tidak hanya pelajar, kami juga akan menyasar para guru. Intinya di bidang pendidikan dan kesehatan. Persentase fokus kita kesana 20 sampai 30 persen. Dan lewat kegiatan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini kami akan terus mengenalkan perbankan syariah kepada pelajar."