BSM Buka Magang dan Mendapat Uang Saku

Dream.com – Jakarta – Komitmen PT Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) perbankan syariah. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini membuat program magang (internship) untuk mencari SDM baru yang unggul di bidang syariah lewat progrm Kriya.

Lewat kegiatan magang diharapkan muncul calon SDM yang nantinya siap bekerja di industri keuangan syariah. Selama ini industri keuangan syariah memang kerap mengeluhkan minimnya pasokan SDM yang ahli di bidang perbankan syariah.

Direktur Risk Management and Compliance BSM, Putu Rahwidhiyasa, menjelaskan, program Kriya memberikan kesempatan kepada lulusan SMA atau diploma untuk mengenal dunia kerja dan memperoleh keterampilan sehingga dapat menjadi calon tenaga kerja yang terampil dan siap di dunia kerja.

“ Kriya adalah bentuk dukungan dan kepedulian perusahaan terhadap program link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja sekaligus implementasi program pendidikan vokasi yang dicanangkan Pemerintah atas kebutuhan SDM industri nasional,” kata Putu di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 28 September 2017.

Program Kriya telah dimulai sejak Maret 2016 dan sudah diikuti 240 peserta sampai akhir Agustus 2017. Para peserta magang itu disaring dengan persyaratan memiliki IPK min 2,75, berusia 18-22 tahun, aktif di organisasi, mampu berkomunikasi dengan baik dan memiliki motivasi untuk belajar bekerja.

Dalam jangka waktu magang maksimal selama 1 tahun, setiap peserta Kriya akan mendapatkan uang saku sesuai ketentuan yang berlaku dan sertifikat.

“ Selain itu, kami juga melakukan penilaian terhadap peserta Kriya terbaik yang akan direkomendasikan menjadi pegawai Mandiri Syariah,” kata dia.

Putu mengharapkan anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (Persero) ini bisa lebih banyak menyerap peserta magang.

“ (Dengan begitu, kami) dapat membantu mempersiapkan SDM yang kompeten guna memenuhi kebutuhan perbankan syariah sekaligus bentuk komitmen Mandiri Syariah terhadap konsep suistainable finance berdasar 3Ps (profit, people dan planet),” kata dia.

Baznas Siap Memberikan 1.250 Beasiswa

Kabar24.bisnis.com – Jakarta – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) siap menyalurkan beasiswa untuk 1.250 mahasiswa di perguruan tinggi negeri dan swasta melalui program Beasiswa Cendikia Baznas dengan berbagai pembinaan untuk mendukung keberhasilan studinya.   

Direktur Baznas, Mohd Nasir Tajang, mengatakan pihaknya melalui berbagai program terus berupaya untuk berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Tanah Air, diantaranya dengan membuka ases melalui Beasiswa Cindikia Baznas (BCB) tersebut.

“Kami berharap para penerima beasiswa ini dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa dan menjadi pemimpin yang berkakarter Islami,” katanya.

Menurutnya, Baznas tengah menyelenggarakan focus group discussion bertema Program Pembinaan Penerima BCB dengan tujuan untuk membuat modul pembinaan bagi penerima beasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dengan adanya modul tersebut, lanjutnya, mudah-mudahan para mahasiswa penerima beasiswa BCB memiliki standar pembinaan dan berkarakter unggul, baik dari segi keilmuan, kemandirian dan berakhlak Islami.

Dia menjelaskan Baznas bekerja sama dengan Kemenristekdikti, perguruan tinggi dan Baznas Provinsi untuk menyebarkan 1.250 beasiswa ke seluruh wilayah di Tanah Air melalui program unggulan BCB.

“BCB merupakan salah satu program unggulan bidang pendidikan Baznas, berupa pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang tergolong mustahik atau termasuk asnaf zakat di perguruan tinggi di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta,” ujarnya.

LPDB Mengalokasikan Rp 450 Miliar untuk Pembiayaan syariah

Keuangan.kontan.co.id – Batam – Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Braman Setyo, berharap porsi pembiayaan syariah harus lebih banyak dibandingkan pola konvensional.

Dia menyebut, pola pembiayaan syariah mempunyai jaminan kualitas lebih baik dari sisi manajemen, tata kelola, kesehatan, maupun pengembalian.

"Saya lihat, dan dibandingkan koperasi konvensional dengan syariah jauh, kualitas lebih bagus syariah," kata Braman Setyo dalam keterangan tertulis kepada KONTAN terkait acara Sosialisasi Direktorat Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM di Batam, Kepri.

Perkembangan pembiayaan syariah LPDB-KUMKM telah berlangsung sejak tahun 2008 hingga 2016, dengan total penyaluran Rp 1,5 triliun atau sebesar 17%.

Sementara tahun ini, dari total alokasi dana bergulir sebesar Rp 1,5 triliun, sebesar Rp 450 miliar di antaranya akan diperuntukkan khusus pembiayaan syariah.

"Ada kecenderungan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun," ujar Braman.

Pada tahun 2017 ini, LPDB-KUMKM resmi membentuk Direktorat Pembiayaan Syariah. Direktorat ini dibentuk untuk melengkapi skema konvensional yang selama ini sudah berjalan. Direktorat ini akan bersinergi dengan Lembaga Keuangan khusus syariah dalam upaya membangun ekonomi syariah di tanah air.

"Yang mana dengan terbentuknya direktorat ini diharapkan mampu memberikan kemudahan dari aspek perkuatan modal bagi KUMKM berbasis syariah," lanjut Braman.

Karena itu, LPDB-KUMKM akan intens melakukan kegiatan sosialisasi di daerah. Sosialisasi ini diadakan untuk melakukan koordinasi antara LPDB-KUMKM dengan Lembaga Keuangan Syariah di daerah dalam rangka perkuatan permodalan bagi koperasi dengan pola pembiayaan syariah.

Tidak hanya itu, sosialisasi ini dalam rangka meningkatkan sinergi dan kerja sama antara LPDB-KUMKM dengan dinas yang membidangi koperasi dan UKM Provinsi di seluruh Indonesia dalam melaksanakan percepatan penyaluran dan monitoring evaluasi dana bergulir, serta pengalihan program dana bergulir Kemenkop UKM.

"Kami berharap acara ini dapat terlaksana dengan baik, serta diharapkan mampu memberikan feedback positif dari para pelaku KUMKM berbasis syariah agar bersama-sama dengan LPDB kita dapat membangun ekonomi syariah yang bermuara pada meningkatnya perekonomian negara," ucap Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Jaenal Aripin.

Untuk diketahui bahwa sejak tahun 2008 sampai dengan 2017, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp 8,49 triliun kepada 1.012.287 UMKM melalui 4.300 mitra yang terdiri dari para pelaku koperasi dan UKM di seluruh Indonesia.

Target penyaluran dana bergulir tahun 2017 mencapai Rp 1,5 triliun. Dana tersebut akan dioptimalkan penyalurannya oleh LPDB-KUMKM kepada koperasi sebesar 40 persen atau sebesar Rp 600 miliar, serta bagi UKM baik langsung maupun melalui lembaga perantara 60 persen atau sebesar Rp 900 miliar.

ICMI dan Baznas Memberi Bantuan Berupa Beasiswa Kepada Masyarakat Kurang Mampu di Daerah Terpencil

Mirajnews.com – Jakarta – Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberikan bantuan berupa beasiswa pelatihan untuk masyarakat kurang mampu dan terpencil agar bisa kuliah di luar negeri.

“Program ini dikhususkan bagi anak pintar dari keluarga miskin dan yang berada di daerah terpencil,” kata Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiiqie kepada Mi’raj News Agency (MINA) di Jakarta.

Ia menambahkan, masyarakat miskin dan terpencil yang memiliki pintar dan memiliki prestasi akan diberikan beasiswa pelatihan untuk mendapat beasiswa ke luar negeri.

Pelatihan bimbingan berupa penguasaan bahasa Inggris, atau langkah-langkah dalam meraih beasiswa tersebut dilakukan di Euro Management secara gratis, dibiayai dengan dana zakat yang dikelola oleh Baznas.

“Ini fokusnya anak-anak keluarga miskin, yang tidak tau aksesnya, kita training termasuk bahasa supaya lulus, untuk mendapat beasiswa dari pemerintah ataupun dari luar negeri,” katanya.

Setelah mengikuti pelatihan pencarian beasiswa yang biayanya gratis, kemudian ICMI dan Baznas akan mencarikan beasiswa S2 dan S3 bagi warga miskin yang memiliki prestasi untuk melanjutkan studi di luar negeri.

Targetnya adalah 100 orang penerima, 50 orang dari wilayah Indonesia bagian Timur yang saat ini kuotanya sudah terpenuhi, dan masih ada kuota 50 lagi untuk bagian Indonesia Barat yang dipusatkan di Jakarta. Masyarakat bisa mendaftar melalui laman ICMI Cerdas

Pemprov Bangka Belitung Menawarkan Beasiswa S1 dan S2

bangka.tribunnews.com – Bangka – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, akan memberikan beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S1, S2, di dalam atau luar negeri pada tahun 2017 ini.

"Tahun ini kami juga memberikan beasiswa untuk S1 sekitar 250 orang baik di dalam dan luar daerah," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan

Sedangkan untuk jenjang S2, ia mengatakan pihaknya menargetkan akan memberikan beasiswa bagi 25 orang.

"Untuk S2 lebih teknis dan sejalan dengan kebutuhan SDM kita seperti kita mau bikin bank daerah kita S2 kan yang jurusan ekonomi syariah 10 orang ke Madinah," katanya.

Ia berharap para siswa berprestasi dan kurang mampu di Babel dapat mengenyam pendidikan sehingga dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia.

"Apa yang saya rasakan bisa mengenyam pendidikan sampai doktor meski bukan dana pemerintah, juga harus dirasakan masyarakat kita, kita programkan beasiswa bagi mereka yang berprestasi dan tidak mampu," ujarnya.

 

1 2 3