BPRS Susun Strategi Bersaing Hadapi KUR

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dinilai memerlukan strategi untuk dapat bersaing dengan program kredit usaha rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah. Tanpa adanya strategi jitu, pangsa pasar BPRS dapat beralih ke KUR yang bunganya akan diturunkan menjadi tujuh persen tahun depan.

Direktur Utama BPRS Artha Madani Cahyo Kartiko mengakui, BPRS sudah pasti akan kalah saing dengan KUR jika hanya mengandalkan strategi pricing. Menurut Cahyo, masih banyak bauran pemasaran yang bisa dipakai agar pembiayaan BPRS tetap diminati nasabah.

"Kami sudah mempelajari kelemahan-kelemahan KUR. Kelemahan itu yang akan kami manfaatkan menjadi peluang bagi BPRS," kata Cahyo kepada Republika.co.id seusai peresmian kantor pusat BPRS Artha Madani di Bekasi, Rabu (7/12).

Dia mengungkapkan, proses pengajuan KUR cenderung lebih kompleks. Calon debitur harus memenuhi semua persyaratan seperti agunan, laporan laba-rugi usaha, jumlah omzet, hingga jenis usaha yang bisa mendapatkan KUR.

Cahyo mengatakan, pihaknya akan mencoba lebih fleksibel dalam menyalurkan pembiayaan. Selain itu, juga harus lebih cepat dalam memproses pengajuan nasabah.  Intinya, kata dia, BPRS Artha Madani akan menyesuaikan kondisi nasabah terkait dokumen-dokumen persyaratan yang harus dipenuhi. "Selama secara hukum masih diterima persyaratan yang ada, bisa diproses," kata Cahyo.

Direktur Operasional BPRS Artha Mardani Pipih Boedi Marjanto menegaskan, pihaknya tidak akan gegabah menyalurkan pembiayaan meskipun mengedepankan kecepatan layanan dan fleksibilitas. Unsur kehati-hatian tetap diperlukan untuk menjaga rasio non-performing financing (NPF) atau pembiayaan bermasalah.

Boedi menjelaskan, tindakan preventif menjaga pembiayaan bermasalah dilakukan dengan memperkuat analisis risiko. "Analisis terhadap profil calon debitur harus dilakukan dengan baik. Selain itu, aspek kolektibilitas terhadap penagihan angsuran," katanya.

SDM Bank Syariah Harus Memenuhi 4 Aspek

karyawati-menghitung-uang-di-bank-pembiayaan-rakyat-syariah-_161206200113-910

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sumber daya manusia (SDM) yang menekuni perbankan syriah setidaknya harus memenuhi empat aspek. Ketua Komite Bidang Pendidikan, Pelatihan Profesi & Vokasi Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Putu Rahwidhiyasa mengatakan ke empat aspek yang dimaksud yaitu operasional perbankan, managerial, kepemimpinan, dan pemahaman syariah.

“SDM Bank Syariah memiliki kemampuan operasional perbankan dan memahami seluk beluk aspek bisnis yang mempengaruhi kinerja sebuah bank,” ujar Putu di Jakarta, Kamis (8/12).

Untuk aspek managerial, SDM bank syariah harus memiliki kemampuan managerila yang sesuai dengan etika bisnis Islam. Selain itu, Putu menambahkan, kepemimpinan SDM bank syariah juga harus memiliki kemampuan memimpin yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam.

Aspek penting yang harus dimiliki oleh SDM bank syariah yakni pemahaman syariah yang bersifat universal dan sesuai dengan kearifan lokal. Menurut Putu, pemahaman syariah ini meliputi aspek hukum dan penerapannya sesuai dengan kaidah ushul fiqh.

“SDM juga harus memenuhi kualifikasi soft skill dan technical skill,” kata Putu.

1 37 38 39