Gubernur BI Didukung Dewan Dawah untuk Mendapatkan IDB Prize

Republika.co.id – Jakarta – Ketua Umum Dewan Dawah Islamiyah Indonesia, Mohammad Siddik, telah mengirimkan rekomendasi atas nominasi Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardoyo, agar dapat memenangkan IDB Prize dalam sidang tahunan Dewan Gubernur Islamic Development Bank di Tunisia. IDB Prize diberikan kepada individu ataupun lembaga yang memiliki peran istimewa dalam mempromosikan perekonomian dan perbankan Islam.

Mohammad Siddiq yang juga pernah menjabat Direktur IDB di Jeddah dan Direktur IDB Regional Asia-Pasific di Kualalumpur menilai Agus Martowardojo layak meraih IDB Prize mengingat peranannya selama ini mengembangkan perekonomian dan perbankan Islam.

Ketika menjabat IDB, Mohammad Siddik banyak menggolkan bantuan IDB untuk industri, di bidang infrastruktur, telekomunikasi, teaching hospital di berbagai Universitas Negeri. Kontribusi yang paling menonjol adalah Konversi 14 IAIN menjadi UIN secara bertahap sejak 1998.

Menurut Siddik, perkembangan positif keuangan dan perbankan syariah di Indonesia belakangan ini tidak dapat dilepaskan dari peran Bank Indonesia sebagai regulator kebijakan moneter di Tanah Air. "Dari sisi pengelolaan moneter, Bank Indonesia secara khusus membangun Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah yang berperan aktif mengembangkan ekonomi dan perbankan syariah," jelasnya.

Bank Indonesia bekerja sama dengan Islamic Research and Training Institute (IRTI) telah menyelesaikan Zakat Management Core Principles dan diluncurkan pada United Nations World Humanitarian Summit 2016 pada 23-24 Mei 2016 bertempat di Istanbul, Turki yang dihadiri oleh kepala negara dari berbagai negeri anggota IDB.

Saat ini, Bank Indonesia juga sedang menyusun Waqf Management Core Principles, Technical Notes on Good Amil Governance dan Risk Management Framework for Zakat Institutions. Selain itu, sejumlah publikasi penting juga telah diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Ini melalui Seri Ekonomi dan Keuangan Syariah ditujukan untuk menambah referensi bahan ajar tingkat Strata 1 (S1) yang berkualitas, baik dari sisi teori, praktik maupun metoda analisa yang terkini dalam area ekonomi dan keuangan syariah. Ada tiga publikasi utama, yakni Wakaf: Pengaturan dan Tata Kelola yang Efektif; Usaha Mikro Islami; serta Pengelolaan Zakat yang Efektif: Konsep dan Praktik di Beberapa Negara

"Penyusunan modul-modul ini merupakan salah satu bentuk konkret dukungan Bank Indonesia dalam mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di tanah air melalui peningkatan kapasitas sumber daya insani," imbuhnya.

Siddik menilai, seluruh inovasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia tersebut tidak dapat dilepaskan dari visi dan dukungan Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowardoyo, yang terus mendorong jajaran stafnya untuk memperkuat dan menyinergikan regulasi keuangan syariah di tanah air. Seluruh terobosan itu dianggap semakin memperkuat kontribusi Indonesia di ranah keuangan syariah global.

"Sehubungan dengan itu, Dewan Dawah menganggap Bapak Agus DW Martowardoyo layak untuk dinominasikan sebagai penerima IDB Prize in Islamic Banking and Finance 2018," ungkapnya.

Penghargaan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Karena akan memperkuat profil Indonesia di antara negara-negara anggota OKI dan IDB, serta QISMUT (Qatar, Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki) yang dewasa ini dianggap sebagai acuan dalam pengembangan industri keuangan syariah. Bahkan, kapasitas pengelolaan keuangan syariah dapat menjadi salah satu mitra diplomasi Indonesia di masa depan.

"Di sisi lain, proses nominasi resmi untuk Agus DW Martowardoyo akan meningkatkan keberpihakan IDB kepada Indonesia sebagai salah satu negara anggota yang paling penting dan akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara referensi untuk pengembangan keuangan syariah, khususnya untuk keuangan mikro dan peran zakat sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan," terangnya.

Selain itu, Dewan Dawah memandang Gubernur BI telah banyak memberikan dorongan kepada pengembangan ekonomi dan perbankan Islam sejak menjadi Dirut BII (mendirikan BII Syariah).

Kemudian ketika Agus menjadi Dirut Bank Mandiri dengan dukungannya kepada pengembangan Bank Syariah Mandiri sehingga menjadi Bank Syariah terbesar di Indonesia. Ketika menjadi Menteri keuangan RI dan sekarang Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardoyo juga telah menunjukkan dukungannya, baik dalam kelembagaan, peraturan-pertaruran (governance), prinsip dan nilai-nilai ekonomi syariah pada umumnya dan pengembangan Islam pada khususnya.

Sampai saat ini IDB telah memberikan 36 IDB Prize baik untuk individu maupun lembaga, dan belum pernah ada nominasi dari Indonesia. Ketika Dewan Dawah mendapat informasi tentang nominasi Agus DW Martowardoyo untuk IDB Prize, Mohammad Siddik yang pernah berikiprah di IDB selama 17 tahun merasa terdorong untuk memberikan rekomendasi dengan mengirimkan rekomendasi melalui Konsulat Jenderal di Jeddah yang merupakan perwakilan RI yang paling dekat dengan IDB.

"Dewan Dawah berharap nominasi Agus DW Martowardoyo dipertimbangkan karena peranannya dalam pembinaan dan pengembangan social finance termasuk zakat dengan dukunganya lepada BAZNAS, Bank Syariah, BPR Syariah dan BMT," pungkas Siddik.

Pengusaha Jangan Wait & See untuk Menghadapi Tahun Politik

Finansial.bisnis.com – Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengimbau para pengusaha tidak perlu wait and see dalam menghadapi tahun politik dengan adanya pilkada serentak 2018, pemilu presiden, dan legislatif 2019.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan Pilkada bukanlah sesuatu yang baru, sehingga pengusaha tidak perlu wait and see untuk memulai suatu usaha.

"Pilkada ini bukan sesuatu yang baru, aman-aman saja. Pengusaha sih saya tanya ke teman-teman business as usual saja lah [adanya Pilkada], nggak kuatir sama sekali jalan saja kok," kata Rosan di Grand Sahid Jaya.

Dalam hal ini meskipun ada Pilkada serentak di 117 daerah pada 2018 mendatang, namun Rosan optimistis perekonomian Indonesia akan tetap baik. "Semuanya positif, harga komoditas naik, rating naik, orang mulai spending, kelihatannya pengusaha mulai mencari ekspansi lagi tahun-tahun ke depan," ungkapnya.

Senada, Ekonom Senior Indef Aviliani menuturkan perekonomian Indonesia akan tetap membaik meski pada 2018 merupakan tahun politik. Menurutnya dengan adanya Pilkada akan ada perputaran uang sehingga bisa mendorong konsumsi masyarakat.

"Enggak, saya sih yakinnya tahun depan dengan adanya pilkada 117 itu mau enggak mau perputaran uang akan terjadi, berarti konsumsi masyarakat akan naik," kata Aviliani.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menyinggung perihal pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2017. Menurutnya ekonomi kuartal IV/2017 akan lebih baik dibanding periode sebelumnya lantaran harga komoditas yang mulai membaik.

"Kuartal IV/2017 mestinya akan lebih baik, karena memang pertama harga komoditas naik, itu membantu, kemudian orang sekarang sudah mulai agak spending lagi, kendaraan bermotor juga sudah mulai naik lagi."

 

Peraih Indonesian Banking Award 2017

Bisnis.tempo.co – Jakarta – Tempo Media Group dan Indonesia Banking School telah mengadakan Indonesia Banking Award. Program yang diadakan setiap tahun untuk memberikan penghargaan kepada bank di Indonesia yang memiliki kinerja terbaik.

Acara diadakan di Hotel JS Luwansa Kuningan Jakarta, Rabu kemarin (13/9).  Direktur Utama Tempo Inti Media Group, Toriq Hadad, mengatakan pertumbuhan perbankan nasional cukup menggembirakan yakni 9 persen. Oleh karena itu, kinerja bank dalam menyehatkan kondisi perbankan Indonesia patut diapresiasi. "Untuk itulah acara ini diselenggarakan," kata dia.

Hadir pula Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 2, Otoritas Jasa Keuangan, Yohanes Santoso Wibowo dan direksi dari bank-bank yang mendapatkan penghargaan.
Delapan kategori diberikan kepada perusahaan perbankan, di antaranya The Most Efficient Bank, The Most Reliable Bank, Diversity of The Board, The Best Sharia Business Unit, The Best Bank in Productivity, The Best Parenting Bank, The Best Bank in Digital Service, dan The Best Bank in Retail Banking Service.

Adapun penghargaan bagi dunia perbankan ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif yang terus disempurnakan oleh tim juri. Sebagai pertimbangan, tim juri menggunakan data dari situs Otoritas Jasa Keuangan, situs bank, dan Laporan Tahunan 2016 bank yang disampaikan sebelum 16 Juli 2017.

Ada 106 bank umum konvensional dan 12 bank umum syariah, yang diteliti selama  beberapa bulan. Tahun ini kembali ada penghargaan untuk Best Sharia Business Unit dan penghargaan baru yakni Best Parenting Bank. Dari 106 bank itu, ada 48 bank yang berhak atas penghargaan ini.

Untuk kategori The Most Efficient Bank, Kategori Bank Konvensional Nasional  aset di atas Rp 100 triliun diraih BCA, BRI dan Bank BTN. Untuk aset di bawah Rp 20 triliun diraih Bank Jasa Jakarta, Bank Index Slindo dan Bank Bisnis Internasional. Untuk kategori bank konvensional swasta aset Rp 20 triliun-100 triliun diraih Bank BTPN, Bank Mayapada dan Bank Sinarmas.

Untuk kategori bank syariah aset di atas Rp 10 triliun, diraih oleh Bank Aceh, BNI Syariah dan BRI Syariah. Sementara untuk aset di bawah Rp 10 triliun di menangkan oleh BTPN Syariah, BCA Syariah dan Panin Dubai Syariah.

Untuk BPD aset di atas Rp 30 Triliun diraih oleh Bank BJB, Bank Jatim dan Bank Jateng. Kategori BPD aset di atas Rp 10-30 triliun diraih oleh Bank Kalbar, Bank SulSelBar dan Bank BPD Bali. Untuk kategori BPD aset di bawah Rp 10 triliun diraih oleh Bank Sulteng, Bank Benkulu dan Bank Kalteng.

Untuk penghargaan The Most Reliable Bank kategori Bank Konvensional Nasional aset di atas Rp 100 triliun, diraih oleh BCA, BRI dan BNI. Untuk bank dengan aset Rp 20 triliun-100 triliun dimenangkan oleh Bank BTPN, Bank Mayapada dan Bank Woori Saudara Indonesia. Kategori aset di bawah Rp 20 triliun, diraih Bank Jasa Jakarta, Bank Index Selindo dan Bank Mandiri Taspen Pos.

Kategori Bank Syariah aset di atas Rp 10 triliun diraih Bank Aceh, BNI Syariah dan BRI Syariah. Kategori aset di bawah Rp 10 triliun, diraih BTPN Syariah, BCA Syariah, dan Panin Dubai Syariah. Bank Jateng, Bank BJB dan Bank Jatim meraih kategori BPD aset di atas Rp 30 triliun. Bank Kalbar, Bank BPD Bali dan Bank SulSelBar meraih kategori BPD aset di atas Rp 10-30 triliun. Kategori BPD aset di bawah Rp 10 triliun diraih Bank Maluku Malut, Bank Kalteng dan Bank NTB.

Untuk kategori penghargaan The Best Bank in Digital Services, kategori aset di atas Rp 250 triliun diraih BRI, Mandiri dan BCA. Untuk aset di atas Rp 100 triliun-250 triliun diraih Bank Danamon, Bank BTN, dan CIMB Niaga. Untuk aset Rp 50-100 triliun dimenangkan Bank Bukopin, Bank Mayapada dan Bank Syariah Mandiri. Sementara untuk aset kurang dari Rp 50 triliun diraih Bank Jatim, Bank KEB hana dan Bank Riau Kepri.

Untuk kategori penghargaan The Best Bank in Retail Banking Services, kategori bank konvensional dengan aset lebih dari Rp 250 triliun, dimenangkan oleh BCA, BNI dan BRI. Untuk aset di Rp 100-250 triliun dimenangkan OCBC NISP, CIMB Niaga dan Bank BTN. Untuk aset Rp 50-Rp 100 triliun diraih Bank DBS Indonesia, Bank Mayapada dan Bank Bukopin. Untuk aset di bawah Rp 50 triliun diraih Bank China Construction Indonesia (Bank Antar Daerah), Bank Yudha Bhakti, dan Bank Bisnis International. Untuk kategori Bank BPD, diraih Bank BJB, Bank Bengkulu dan Bank SulutGo.

Untuk kategori penghargaan The Best Sharia Business Unit, kategori Bank Umum BPD, dimenangkan Bank SulSelBar, Bank NTB, dan Bank BPD DIY. Untuk Bank Umum no BPD dimenangkan CIMB Niaga, Bank BTN dan Bank Sinarmas.

Lalu, untuk kategori penghargaan The Best Bank In Producitivity kategori bank konvensional, diraih Bank Victoria International, Bank Resona Perdania, dan Bank BTN. Kategori BPD diraih Bank Sultra, Bank Bengkulu dan Bank NTB. Untuk kategori bank umum syariah, diraih BCA Syariah, Bank Mega Syariah dan Bank Syariah Bukopin.

Kategori penghargaan Diversity of The Board dimenangkan BNI, BCA, BRI, dan Bank Mayapada. Untuk kategori penghargaan baru tahun ini yakni The Best Parenting Bank dimenangkan oleh Bank Mandiri, Bank BTPN dan Panin Bank.
Penghargaan Indonesia Banking Award ditentukan oleh dewan juri yang terdiri dari M. Taufiqurrohman (Direktur Pusat Data dan Analisis TEMPO), Dr. Subarjo Joyosumarto (Chairman Indonesia Banking School), Hendri Saparini (Ekonom), Zaenal Abidin, Ph.D (Dosen Indonesia Banking School) dan Dr. Ahmad Adriansyah, ST., M.Si, (Dosen Indonesia Banking School) menelisik lebih dalam data NPL (Non-Performing Loan), kinerja, susunan dewan direksi dan komisaris,  CAR (Capital Adequacty Ratio), NIM (Net Interest Margin), BOPO (Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) dan LDR (Loan to Deposit Ratio) dari bank yang ada.

Kepala BI Jawa Barat Menemui Aher Sebelum Menjelang Fesyar 2017

Jabarnews.com – Bandung –  Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung Sate.

Pertemuan tersebut guna mengundang sekaligus melaporkan tentang pelaksanaan kegiatan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2017 Regional Jawa yang akan berlangsung pada tanggal13 hingga 15 September 2017, dengan mengambil tempat di Bale Asri PUSDAI Bandung.

Sebelumnya, Wiwiek Sisto Widayat juga menemui Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

Pada pertemuan tersebut disampaikan bahwa tema pada Fesyar 2017 adalah Mendorong Peran Ekonomi Syariah Dalam Rangka Penguatan Ekonomi Regional.

Wiwiek menyampaikan bahwa perekonomian syariah memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan nasional.

Dalam upaya mendorong ekonomi syariah BI telah secara rutin menggelar Indonesia Sharia Economic Forum (ISEF) di Surabaya sejak tahun 2014.

“Fesyar 2017 ini diadakan untuk menghadapi Road to ISEF ke 4 yang akan diselenggarakan pada bulan November 2017 mendatang di Surabaya,” kata Wiwiek.

Wiwiek menjelaskan, tahun ini BI Jabar diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan Fesyar 2017 untuk Regional Jawa.

Sedangkan untuk Regional Sumatera, diadakan oleh BI Sumut di Medan dan untuk Kawasan Timur diadakan oleh BI Sumsel di Makassar.

Adapun tujuan utama dari Fesyar 2017 adalah agar pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia yang dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi produk produk keuangan syariah bagi masyarakat.

“Disamping itu, Fesyar juga untuk mempromosikan dan mendekatkan produk dan jasa UMKM industri kreatif dan ketahanan pangan berbasis syariah kepada masyarakat,” jelas Wiwiek.

Wiwiek menambahkan, upaya mengenalkan dan mendorong ekonomi syariah juga dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai lomba berbasis syariah. Yakni Lomba Dai Cilik, Lomba Duta Ekonomi Syariah, Lomba Entrepreneur Muda Syariah, Lomba Kesenian Daerah Berbasis Syariah, dan Lomba Kaligrafi.

“Juara 1 dari masing-masing katagori lomba pada tingkat Jawa Barat tersebut telah diumumkan pada tanggL 3 September 2017 lalu. Mereka akan diikutkan pada lomba tingkat Regional Jawa pada tanggal 13-15 September 2017 di Pusdai Bandung,” tambah Wiwiek. (Zal)

Berikut rangkaian kegiatan Fesyar 2017 Regional Jawa yang akan berlangsung pada tanggal 13-15 September 2017 di Pusdai Bandung. Meliputi 2 cakupan yakni:

1. Sharia Economic Forum dengan cakupan kegiatan berupa seminar dan workshop ini akan dilaksanakan kegiatan yang bersifat Lokal dan Regional Jawa. Tema utama pemberdayaan ekonomi syariah, pemberdayaan islamic social finance (zakat & wakaf) dan edukasi/kurikulum ekonomi dan keuangan syariah.
2. Sharia Economic Fair, akan difokuskan untuk pencapaian kemajuan Ekonomi Syariah Lokal dan Regional Jawa, dengan konsep 5F yakni, Finance, Food, Fashion, Funtrepreneur dan Fundutainment. Ini diwujudkan dalam kegiatan berupa Expo, Talkshow dan Lomba.

Adapun kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari ini akan diisi dengan:

Tanggal 13 Sept 2017, akan diisi dengan Seminar Model Pemberdayaan Pesantren, Seminar Halal Industri, Grand Final Lomba Duta Ekonomi Syariah, Talkshow Gerakan Sertifikasi Halal, dan Grand Final Lomba Dai Cilik & Kaligrafi.

Tanggal 14 September 2017, akan diisi dengan Seminar Blueprint Pengembangan Ekonomi & Keuangan Syariah, Seminar Potensi Zakat dan Wakaf Regional, Kegiatan Expo dan Performance, Grand Final Lomba Kesenian Daerah Bernuansa Islami, Lomba Entrepreneur Muda Inspiratif Berbasis Syariah, dan Talkshow Model Pemberdayaan Pesantren.

Tanggal 15 September 2017, diisi dengan Workshop Kurikulum Modul Ekonomi Syariah, Talkshow Kisah Sukses, Lomba Entrepreneur Muda Syariah, Tabligh Akbar dilanjutkan dengan penutupan.

Acara ini nantinya akan diisi dan dihadiri oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Bank Indonesia Agus D. W Martowardojo, Wakil Gubernur Deddy Mizwar, Deputi Bubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, KH. Abdullah Gymnastiar (Aa gym), para pembicara/narasumber ahli dibidangnya, akademisi dan Ponpes unggulan se-Jawa.

Pada acara ini juga akan dihibur artis ternama antara lain, Doel Sumbang, Fatin Shidqia, Andi Rif dan artis lainnya.

Selain itu pada acara ini juga diisi dengan 91 Booth Expo meliputi Produk Wubi, Klaster, Ponpes, Pemda, Industri Kreatif, Travel dan Perbankan dan lainnya.

Indonesia Diprediksi akan Memperoleh US$100 Sebagai Tuan Rumah Pertemuan IMF-WB

Industry.co.id – Nusa Dua – Indonesia mengalokasikan Rp868 miliar sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan 2018 Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia di Bali, namun diperkirakan Indonesia akan memperoleh 100 juta dolar AS dari kegiatan itu.

"Jadi kita masih untung sedikit, tapi itu yang bisa kita lihat," kata Ketua Panitia Nasional pertemuan tersebut Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers seusai melaksanakan High Level Meeting bersama pejabat IMF dan Bank Dunia serta peluncuran laman pertemuan www.am2018bali.go.id di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali.

Luhut yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman itu menjelaskan, dana 100 juta dolar AS itu atau sekitar Rp1,330 triliun dari penyelenggaraan kegiatan besar tersebut, di mana 10 juta dolar AS diperoleh dari sektor pariwisata sendiri, diperoleh dari sektor-sektor pendukung kegiatan seperti perhotelan, transportasi, souvenir, baik selama kegiatan dan sesudah kegiatan.

Semua dana tersebut, katanya, langsung tersebar di masyarakat.

Luhut menambahkan, selain manfaat yang bisa dilihat itu, manfaat lain yang tidak terlihat yang bakal Indonesia dapatkan adalah pertemuan tersebut dapat menggerakkan perekonomian di sejumlah destinasi wisata di Indonesia, menunjukkan kepemimpinan Indonesia dan menunjukkan kisah sukses Indonesia dalam melaksanakan pembangunan.

Sementara Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sebagai Wakil Ketua Panitia Nasional kegiatan itu mengatakan manfaat lain yang juga diperoleh Indonesia adalah citra dan reputasi bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan internasional yang besar.

Indonesia, katanya, dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan pariwisata Indonesia mengingat delegasi dari 189 negara anggota akan berkunjung ke Indonesia.

Ia membandingkan besarnya dana yang dibutuhkan untuk promosi wisata Indonesia di luar negeri agar masyarakat negara-negara itu mengenal serta berkunjung di Indonesia.

"Melalui pertemuan IMF-Bank Dunia itu, dunia datang ke Indonesia, mari kita manfaatkan," katanya.

Dalam konferensi pers itu, turut hadir Gubernur Bank Indonesia yang juga Wakil Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara, Sekretaris IMF Jianhai Lin, dan Sekretaris Grup Bank Dunia Yvonne Tsikata.

1 2 3 7