Bank Syariah Mulai Memburu Modal Tambahan

1

keuangan.kontan.co.id – JAKARTA – Perbankan syariah mulai memasang target tinggi di tahun ini. Agar target tercapai dan leluasa untuk ekspansi, perbankan syariah memburu dana segar untuk mempertebal permodalan. PT Bank Syariah Mandiri (BSM) memasang target pembiayaan tumbuh 10%-12% pada akhir 2017.

Target ini sama dengan pertumbuhan 11,07% menjadi Rp 55,38 triliun di tahun lalu. SVP Finance & Strategy BSM Ade Cahyo mengatakan, BSM juga menargetkan pendanaan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9%-10%
Sebagai amunisi tambahan, BSM berencana mendapatkan tambahan modal sekitar Rp 500 miliar – Rp 1 triliun pada 2017. “BSM merencanakan penambahan modal ini di luar tambahan laba baik suntikan pemegang saham maupun aksi korporasi lain,” imbuh Ade.

Di akhir 2016, sang induk usaha Bank Mandiri menyuntikkan dana sebesar Rp 500 miliar ke BSM. Per Desember 2016, modal disetor BSM menjadi Rp 2,4 triliun.

Tahun 2017  BSM memasang target pertumbuhan laba 10%. Di 2016, BSM mencetak laba bersih sebesar Rp 325,41 miliar atau naik 30%.

PT BNI Syariah yang mencari tambahan modal Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. Imam Teguh Saptono selaku Direktur Utama BNI Syariah “Penambahan modal masih beberapa opsi, mulai dari strategic investor, penawaran saham (IPO), sukuk maupun setoran modal dari induk.”

Anak usaha Bank BNI ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih 21,38% menjadi Rp 277,3 miliar di 2016. Adapun pembiayaan naik 15,35% menjadi Rp 20,49 triliun.

PT Bank Mualamat Tbk juga tengah memburu suntikan modal sebesar Rp 2 triliun di tahun ini. Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman bilang, jika rencana itu berjalan lancar, maka Bank Muamalat akan masuk ke kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti paling sedikit Rp 5 triliun.

Modal segar diperkirakan bersumber dari pemegang saham yakni Islamic Development Bank, Boubyan Bank Kuwait dan Atwill Holdings Limited. Tahun ini Bank Muamalat membidik pertumbuhan pembiayaan 10%.

Leave a Reply