Bank Syariah Bukanlah Nazir Wakaf

1

Skalanews – Deden Firman Hendarsyah sebagai Direktur Penelitian Pengembangan Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  mengakui, jika aset wakaf memang belum dioptimalisasi.

Bila mengacu yang telah dilakukan oleh Bank BNI Syariah dengan program Wakaf Khasanah, belum bisa dikatakan benar juga. “Sebab dalam UU Wakaf Bank Syariah tidak disebutkan sebagai Nazir (orang yang mengelola aset wakaf, red),” ungkap Deden saat diskusi dengan tema ‘Melirik Wakaf sebagai Instrumen Potensial Ekonomi Syariah’ yang digelar di kantor Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Namun, Deden tidak menafikan ada keuntungan lebih bila bank syariah dapat mengakses hal tersebut, bahwa karena sebab bank syariah memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan, memiliki kredibilitas yang di masyarakat.

Sehingga menurut Deden, tidak menutup kemungkinan bila UU Wakaf tersebut direvisi. “Ini memang membutuhkan kreativitas terhadap bankir syariah,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menyebutkan, bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah inovasi. “Apalagi bank syariah diperbolehkan untuk memiliki aset,” jelasnya pada saat yang sama.

Sebelumnya, pada Jumat (17/2) pekan lalu, BNI Syariah mengumumkan jika dana yang terkumpul dari wakaf Hasanah mencapai sekitar Rp3,2 miliar yang terbagi dalam proyek rumah sakit, sekolah, klinik kesehatan dan lembaga pendidikan.

Wakaf Hasanah sendiri baru diluncurkan pada Januari 2017. Menurut Imam, dahulu sebelum ada produk ini. Dana yang terkumpul akan Wakaf hanya sebesar Rp250 juta. “Itu pun merupakan dana yang terkumpul dari tahun 2004, 2005 hingga 2010,” jelasnya.

Imam menambahkan sistem yang ada hanyalah menerima pembayaran orang untuk wakaf. “Jadi dia datang ke bank terus bayar wakaf dan kita berikan kartu tanda menjadi wakif (pemberi wakaf),” jelasnya.

Namun, sekarang Imam menyebutkan, pihaknya mengandeng beberapa lembaga Nazir. “Kemudian, Nazir menyerahkan proposal project. Seperti pembangunan Sekolah, Rumah Sakit dan Masjid,” ungkapnya.

Project itu nantinya akan diumumkan dalam website Wakaf Hasanah untuk para nasabah yang ingin melaksanakan ibadah Islam tersebut.

Saat ini BNI Syariah telah bekerjasama dengan lima lembaga pengelola wakaf/nadzhir diantaranya Yayasan Dompet Dhuafa, Yayasan Rumah Zakat, Global Wakaf, Yayasan Pesantren Al-Azhar dan Badan Wakaf Indonesia.

Tentunya tidaklah salah bila memang perbankan Syariah mengembangkan Wakaf. Imam pun menyebutkan, bahwa tujuan dari berdirinya bank syariah adalah memusnakan riba dan menyuburkan sedekah.

Sekarang yang baru muncul adalah memusnakan riba saja belum menyuburkan sedekahnya. “Wakaf inikan termasuk dari sedekah,” jelasnya

Leave a Reply