Asuransi Syariah Wajib Bagikan Keuntungan kepada Nasabah

1
berita.suaramerdeka.com – SOLO- Perusahaan asuransi khususnya asuransi berbasis syariah tidak hanya membayarkan klaim dari dana tabbaru atau dana kebajikan, perusahaan asuransi syariah juga wajib membagi keuntungan yang telah didapat atau surplus under writing bagi para peserta pada akhir tahun, sesuai prinsip bagi hasil yang proporsional. Pasalnya, Chief Agency Officer Syariah Sun Life, Norman Nugraha, perusahaan asuransi syariah menggunakan sistem sharing of risk atau membagi risiko, antara klien (peserta) dengan perusahaan asuransi. Sementara sistem yang digunakan perusahaan asuransi konvensional adalah transfer of risk, yakni menransfer risiko dari peserta ke perusahaan. ’’Kepemilikkan† dana pada asuransi syariah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya secara syariah,’’ kata dia di sela-sela seminar edukatif bertema ’’Sejahtera Bersama Asuransi Syariah’’ di Solo.

Seminar yang menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu bertujuan untuk memberi pemahaman komprehensif mengenai produk, nilai-nilai, manfaat dan peluang bisnis asuransi syariah di kalangan masyarakat Solo dan sekitarnya.

Di samping itu juga untuk memperkuat keberadaan agen syariah Sun Life sebagai modern syariah insurance expert (MSIE) yang siap mendukung peningkatan literasi masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan. Lebih lanjut Norman mengatakan, dengan nilai-nilai keutamaannya menawarkan manfaat besar bagi masyarakat luas, tanpa memandang latar belakang sosial dan kepercayaan yang dianut, ke depan asuransi syariah akan makin diterima masyarakat.

Tawarkan Keadilan

Apalagi nilai-nilai bisnis yang ditawarkan asuransi syariah itu adil, transparan dan universal. ’’Sun Life adalah perusahaan asuransi mandiri pertama di Indonesia, lainnya masih unit usaha syariah yang menginduk perusahaan asuransi konvensional. Keunggulan utama agen asuransi syariah Sun Life adalah terlatih secara profesional dan memiliki wawasan serta pengetahuan yang luas. Selain itu juga didukung program pelatihan yang lengkap dan berkelanjutan,’’ ujar Norman.

Ketua Umum Pengurus Daerah MES Solo, Wisnu Untoro mengatakan, Kota Solo dapat menjadi katalisator bagi industri asuransi syariah di Jawa Tengah.

 

Leave a Reply