Arab Saudi Mendapatkan Rp 117 Triliun dari Pertama Kali Terbitkan Sukuk

batam.tribunnews.com – Dubai – Arab Saudi berhasil mengumpulkan dana sebesar 9 miliar dollar AS atau Rp 117 triliun (kurs Rp 13.000) dari hasil penjualan sukuk.

Perolehan ini diraih kurang dari enam bulan setelah Arab Saudi berhasil menjual obligasi konvensional senilai 17,5 miliar dollar AS.

Separuh dari sukuk yang baru tersebut akan dibayarkan dalam tenor lima tahun. Adapun sisanya memiliki tenor 10 tahun.

Upaya memperoleh dana dari investor global dilakukan Arab Saudi lantaran anjloknya harga minyak membuat anggaran negara yang tadinya surplus mendadak jebol.

Lima tahun yang lalu, tidak penah terpikirkan bahwa Arab Saudi akan meminjam uang dari dunia internasional.

Pada Desember 2016 lalu, Arab Saudi menyatakan defisit anggaran pada tahun 2017 diprediksi mencapai 198 miliar riyal atau 53 miliar dollar AS. Ini mencakup 7,7 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Arab Saudi bertekad untuk terus mengikis defisit anggarannya. Caranya adalah dengan menerbitkan surat utang dan memperkuat cadangan devisa. Namun demikian, cadangan devisa Arab Saudi sayangnya juga terkikis.

Data terakhir menunjukkan, cadangan devisa Arab Saudi turun dari 593 miliar dollar AS pada Februari 2016 menjadi 514 miliar dollar AS pada Februari 2017.

Pemerintah Arab Saudi pun sudah menerima tawaran senilai 33 miliar dollar AS untuk kembali menerbitkan obligasi sukuk.

"Arab Saudi terus mengesankan, khususnya terkait kinerja dan minat sukuk, khususnya menjelang libur Paskah di Eropa dan Amerika Serikat," jelas John Sfakianakis, direktur riset ekonomi Gulf Research Center.

Sfakianakis menjelaskan, penerbitan sukuk oleh Arab Saudi akan mengurangi tekanan pada cadangan devisa dan memperdalam program penerbitan surat utang oleh negara itu.

Leave a Reply