Alasan Indonesia Seharusnya Bisa Menjadi Pusat Asuransi Syariah

Dream.co.id – Beberapa pelaku industri asuransi syariah menyayangkan Indonesia saat ini belum bisa menjadi pemimpin sektor asuransi syariah. Padahal, negeri ini punya potensi asuransi syariah yang cukup besar.

Chief Agency Officer Syariah Sun Life, Norman Nugraha, mengatakan Indonesia memiliki jumlah penduduk Muslim sebesar 87,6 persen dari total populasi. Ini merupakan pangsa pasar sangat besar yang sayang dilewatkan.

“ Harusnya sentra asuransi syariah dan wakaf ada di Indonesia,” kata Norman dalam peluncuran manfaat wakaf untuk asuransi syariah Sun Life Indonesia di Jakarta.

Dia juga menyayangkan kecilnya penetrasi asuransi di Indonesia akibat tingkat literasi mengenai asuransi masih rendah. Meski demikian, Norman mengatakan asuransi syariah masih punya potensi untuk berkembang di Indonesia.

“ Dari setiap 100 orang, hanya 18 orang uang melek finansial,” kata dia,

Berbicara soal fitur wakaf pada Sun Life Syariah, menurut Norman, manfaatnya berlaku untuk semua produk Sun Life. Peserta asuransi syariah bisa mewakafkan manfaat asuransi maksimal 45 persen dari santunan asuransi dan sepertiga manfaat investasi yang diterima untuk wakaf.

Batasan maksimal wakaf ini telah ditentukan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Berdasarkan ketentuan itu, manfaat investasi harus tetap dinikmati oleh ahli waris.

“ Ketika hidup, peserta dapat mewakafkan dana investasi. Ketika meninggal dunia, peserta dapat mewakafkan manfaat asuransi atau investasi,” kata Norman

Leave a Reply